Kemana dia pergi?
Mengapa tak dapat kurasakan hangatnya?
Mengapa tak dapat kurasakan dinginnya?
tawa…..tangis…..bahagia…..duka…
berusaha untuk mencarinya, tapi dia tak kunjung datang
mencoba untuk melupakannya, sampai tidak bisa diraih lagi
tapi aku ingin seperti kalian
yang bisa bersama dia
merasakan segala perasaan
ekspresi dan emosi terpendam ataupun diungkapkan
dia tidak bisa hadir, bukan karena ku menolaknya
bukan karena ku membencinya
dia tak bisa hadir, bukan karena ku menerimanya
bukan karena ku mencintainya
Ijinkan aku memiliki dia lagi
agar dapat kubingkai dalam hati
larangan, 01.26, 301209
Like this:
Be the first to like this post.
Terasa seperti deburan ombak yang berkali-kali mencoba meraih pantai tetapi selalu terhempas
Berjalan dikegelapan malam tanpa arah tujuan mencari secercah cahaya yang tak kunjung dapat
Tertawa diantara gelak canda teman kerabat tapi hampa tak berwujud
Menanti jawaban yang terombang ambing dan terus menanti walaupun akhirnya merana
Menangis tersedu sedan diantara linangan air mata tanpa henti
Mencari kedalam benak yang terdalam diantara pikiran-pikiran yang mengganggu
Bermimpi indah ditemani malaikat dan kupu-kupu tanpa ingin terbangun lagi
Like this:
Be the first to like this post.
Mengapa tak kau matikan saja akar pohon cintanya, agar dia meranggas dan lalu mati?
Mengapa tak kau padamkan saja lilin di jiwanya, agar gelap gulita menjadi jawabannya?
Mengapa tak kau hiraukan teriakan menggemanya hingga kau dapat merasakan itu merasuk relung hatimu?
Mengapa kau biarkan dia merasakan segala perasaan yang membuatnya terjatuh dan bangun kembali seolah menjadi hal yang biasa?
Tng, 01.30 AM, 14/04/08
Like this:
Be the first to like this post.
I don’t love you as if you were the salt-rose, topaz, or arrow of carnations that propagate fire.
I love you as certain dark things are love, secretly, between the shadow and the soul.

I love you as the plant that doesn’t bloom and carries hidden within itself the light of those flowers,
and thanks to your love, darkly in my body lives the dense fragrance that rises from the earth.
I love you without knowing how, or when, or from where.
I love you simply, without problems or pride.
I love you in this way because I don’t know any other way of loving
(Pablo Neruda Sonnet XVII)
Like this:
Be the first to like this post.
Tadi aku melihat kamu
Tapi dalam bentuk yang lain
Tadi aku menyapamu
Tapi tidak dengan cara yang dulu
Tadi kita berbincang
Tapi perasaan terasa semu
Sungguh sosok itu begitu nyata
Tatapan itu seperti aku mengenalnya
Bahkan setiap lekukan diwajahnya
Tutur katanya begitu serupa
Adakah dia tahu bahwa aku ‘melihatmu’?
Adakah kamu tahu bahwa aku melihatmu dalam dirinya?
Aku takut semakin mendalam
Aku takut semakin mendera
Karena aku tahu, dia bukan dirimu
Like this:
Be the first to like this post.

Melewati jalan itu beberapa waktu lalu
Seakan ingatan lama terkuak muncul kembali
Padahal sudah ku kubur dalam-dalam di lembah terdalam
Apakah ada firasat yang tepat untuk menggambarkan?
Atau hanya sepenggal kenangan yang tersimpan di suatu ruang hati?
Melewati jalan itu beberapa waktu lalu
Diriku tersenyum sendiri beberapa saat lamanya
Kenangan memang akan selalu ada
Dan bagaimana cara kita menyikapinya
Like this:
Be the first to like this post.
Komentar Terakhir