Kemana dia pergi?
Mengapa tak dapat kurasakan hangatnya?
Mengapa tak dapat kurasakan dinginnya?
tawa…..tangis…..bahagia…..duka…
berusaha untuk mencarinya, tapi dia tak kunjung datang
mencoba untuk melupakannya, sampai tidak bisa diraih lagi
tapi aku ingin seperti kalian
yang bisa bersama dia
merasakan segala perasaan
ekspresi dan emosi terpendam ataupun diungkapkan
dia tidak bisa hadir, bukan karena ku menolaknya
bukan karena ku membencinya
dia tak bisa hadir, bukan karena ku menerimanya
bukan karena ku mencintainya
Ijinkan aku memiliki dia lagi
agar dapat kubingkai dalam hati
larangan, 01.26, 301209
Like this:
Be the first to like this post.
Terasa seperti deburan ombak yang berkali-kali mencoba meraih pantai tetapi selalu terhempas
Berjalan dikegelapan malam tanpa arah tujuan mencari secercah cahaya yang tak kunjung dapat
Tertawa diantara gelak canda teman kerabat tapi hampa tak berwujud
Menanti jawaban yang terombang ambing dan terus menanti walaupun akhirnya merana
Menangis tersedu sedan diantara linangan air mata tanpa henti
Mencari kedalam benak yang terdalam diantara pikiran-pikiran yang mengganggu
Bermimpi indah ditemani malaikat dan kupu-kupu tanpa ingin terbangun lagi
Like this:
Be the first to like this post.
I don’t love you as if you were the salt-rose, topaz, or arrow of carnations that propagate fire.
I love you as certain dark things are love, secretly, between the shadow and the soul.

I love you as the plant that doesn’t bloom and carries hidden within itself the light of those flowers,
and thanks to your love, darkly in my body lives the dense fragrance that rises from the earth.
I love you without knowing how, or when, or from where.
I love you simply, without problems or pride.
I love you in this way because I don’t know any other way of loving
(Pablo Neruda Sonnet XVII)
Like this:
Be the first to like this post.
Komentar Terakhir