Beranda > Baca Aja, Info, Kesehatan, Renungan > “Kepemimpinan” tema Hari AIDS Sedunia 2007 & 2008

“Kepemimpinan” tema Hari AIDS Sedunia 2007 & 2008

“Kepemimpinan” dipilih sebagai tema Hari AIDS Sedunia

Kampanye AIDS Sedunia mengumumkan bahwa “kepemimpinan” menjadi tema Hari AIDS Sedunia untuk tahun 2007 dan 2008. Dipromosikan dengan slogan, “Stop AIDS. Tepati Janji”, yang merupakan fokus Kampanye AIDS  Sedunia dari tahun 2005-2010, “kepemimpinan” membangun dari fokus Hari AIDS Sedunia 2006 tentang akuntabilitas. Hari AIDS Sedunia dirayakan pada tanggal 1 Desember setiap tahunnya.Tema untuk Hari AIDS Sedunia telah ditentukan oleh Kampanye AIDS Sedunia sejak tahun 1997. Global Steering Committee (GSC) Kampanye AIDS Sedunia menentukan tema kepemimpinan pada pertemuan mereka di Jenewa, 8-9 Pebruari 2007, dan setuju untuk meluncurkan tema tersebut pada minggu pertama bulan Maret.

Beberapa pernyataan tentang apa arti kepemimpinan bagi beberapa anggota GSC yang mewakili stakeholder penting dalam respon terhadap HIV dan AIDS:

Linda Hartke, Koordinator, Ecumenial Advocacy Alliance: “Kepemimpinan dapat berarti kekuasaan dan otoritas untuk bertindak, untuk memimpin dengan aksi dan contoh. Namun dalam konteks religi, seorang pemimpin adalah pembantu — seseorang yang merespon kebutuhan masyarakat, mendukung orang lain melalui perencanaan dan aksi, dan memberdayakan masyarakat dengan kata-kata dan sumberdaya. Dengan mengangkat tema global kepemimpinan untuk Hari AIDS Sedunia, para pemimpin keagaamaan dan masyarakat dapat membantu menyuarakan sebuah visi, membangun kerjasama dan aksi nyata dengan bersatu dengan semua orang dan berkomitmen untuk mencapai akses universal untuk pencegahan, pengobatan dan perawatan HIV.”

Deloris Dockrey, Ketua, Global Network of People Living with HIV/AIDS dan wakil International Community of Women Living with HIV/AIDS: “Banyak dari kami yang masih meninggal! Kepemimpinan dibutuhkan untuk menghadapi kenyataan ini. Walau kepemimpinan merupakan panggilan kuat dan dapat dengan mudah diambil, saya kecewa dengan para pemimpin kita. Sementara mereka memprioritaskan peningkatan perawatan HIV, dana untuk itu terbatas dan program tersebut tidak dilaksanakan dengan baik. Para pemimpin keagamaan terus menyangkal adanya HIV/AIDS dalam masyarakat dan kongregasi yang mereka layani. Para pemerintah gampang puas, dan tidak memberikan kepemimpinan yang dibutuhkan untuk mengakhiri epidemi.”

Alan Leather, Ketua, Global Unions Programme on HIV/AIDS: “Serikat buruh merupakan lembaga dengan anggota banyak dengan pemimpin-pemimpin di tingkat global, nasional dan komunitas. Para pemimpin buruh berhasil memobilisasi jaringan mereka, menyatukan AIDS dalam program-program mereka, mempertahankan hak-hak pekerja dengan HIV, menganjurkan testing sukarela, dan mempromosikan aksi di tempat kerja. Advokasi perserikatan dan kepemimpinan penting bila negara- negara menginginkan untuk mencapai akses universal terhadap pengobatan, perawatan dan pencegahan pada 2010.”

Mabel Blanco, Koordinator, International Women’s AIDS Caucus dan Presiden, FEIM: “Semua isu jender dan perempuan dalam konteks HIV/AIDS saling berhubungan. Karenanya kami mengakui bahwa segala bentuk kepemimpinan harus diikutsertakan dalam respon terhadap HIV/AIDS. Gerakan perempuan dan LSM, khususnya organisasi-organisasi dan jaringan orang yang hidup dengan HIV/AIDS, serta lembaga akar rumput, telah memainkan peran penting dalam mendemonstrasikan kepemimpinan yang penting dan efektif dalam pencegahan, perawatan dan pengobatan HIV/AIDS sejak awal mula epidemi.”

Prateek Suman, Youth Coalition: “Orang muda adalah kelompok yang paling terdampak HIV/AIDS namun mereka juga memiliki peran penting dalam penanggulangan pandemi ini. Kepemimpinan muda penting dalam respon internasional yang efektif terhadap HIV/AIDS dan orang muda harus diberdayakan dengan pengetahuan, keterampilan dan sumberdaya yang mereka butuhkan untuk mencapai tujuan akses universal 2010.”

**************
Global Steering Committee Kampanye AIDS Sedunia terdiri dari Global Network of People Living with HIV/AIDS, International Community of Women Living with HIV/AIDS, Youth Coalition, the Global Unions Programme on HIV/AIDS, International Council of AIDS Service Organisations, Ecumenical Advocacy Alliance, dan International Women’s AIDS Caucus. UNAIDS serta the Global Fund to Fight AIDS, TB and Malaria adalah anggota tanpa hak suara.

Keterangan lebih lanjut tentang tema Hari AIDS Sedunia http://worldaidscampaign.info/index.php/en/home

http://www.aidsindonesia.or.id

Iklan
Kategori:Baca Aja, Info, Kesehatan, Renungan Tag:
  1. Desember 1, 2008 pukul 1:09 pm

    bukan dirayakan….tapi diperingati….

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: