Beranda > Baca Aja, CurHat, Renungan > Curhat Bohong jadinya Kecewa

Curhat Bohong jadinya Kecewa

Dulu saya punya seorang teman, laki2, Z, usianya sebaya dengan saya. Kenal disuatu pertemuan, dan usut punya usut, ternyata Z adalah teman dari teman saya. Awalnya hanya bertegur sapa, lalu dia tak sungkan untuk curhat kepada saya secara langsung, lewat telpon, maupun sms.

Saya nothing to loose mendengarkan curhatnya, lha wong dari dulu saya juga biasa di-curhatin temen2 saya, dari yang cuma ngomong, tangis2an, marah2, mukul2, bahkan ngajak kabur…hehe. Katanya sih saya cocok banget jadi tong sampah dan ember untuk nampung curhatan orang2..*kyaaaa…. tau gini dulu saya ambil kuliah di fakultas psikologi ya?*

Secara kontinyu Z bercerita, kadang hanya butuh teman untuk mendengarkan curhatnya *even saya dikantor, jadi telp2an pake telp kantor, dan itu bisa lamaaaa!!*, kadang Z juga bertanya dan meminta saran dari saya. Masalah cinta, apalagi kalau bukan itu?

Z mengenal perempuan ini, X namanya. Awalnya Z tidak punya perasaan apa2, tapi karena C selalu memberi perhatian dan juga ingin diberi perhatian, lama2 si Z pun tak tahan, mereka berdua pun saling jatuh cinta *eh intermezo, bahasa gw kok lama2 jadi jayus gini ya?…hehe*

Masalahnya adalah si X sudah punya pacar! Tapi X selalu meminta perhatian pada Z, sesuatu yang tidak bisa dipenuhi oleh pacar si X. Ada apa-apa, si X selalu minta tolong Z, dan Z tidak bisa berkata tidak. Hingga suatu saat, ketika Z menemui X dirumahnya, terjadilah kontak fisik. Meskipun –tidak sampai terlalu jauh-, hal ini membuat Z “terikat” kepada X. (Loh, kok, bukannya perempuan yang terikat kepada laki-laki?! Hmmm…. memang ini suatu pengecualian) *terserah gw ya, kan gw yang punya cerita wakakakaks*

Biasanya saya hanya mendengarkan orang bercerita mencurahkan isi hati dan keluh kesahnya, tidak lebih. Tapi kalau mereka bertanya minta saran, baru akan saya beri. Karena Z meminta saran dari saya, saya pun berkata pada Z, jika Z benar cinta pada X, perjuangkan, bicarakan 4 mata, selama janur kuning belum melengkung, walaupun itu berarti akan ada pihak2 yang terluka. Apakah X juga benar cinta pada Z dan mau meninggalkan pacarnya, atau bagaimana?

Ternyata jawaban X adalah : X juga cinta pada Z, tapi X tidak bisa meninggalkan pacarnya. Jawaban yang menyakitkan. Singkat cerita, Z akhirnya memutuskan untuk menghilang dari kehidupan X meskipun itu sangat berat bagi Z.

Saya kecewa pada Z. Loh kok???!!!          

Ada apa ini???

Tenang saudara-saudara, ini bukan seperti yang kalian pikirkan, ini bukan cerita cinta segi tiga atau segi empat atau seperti itu…bukan!

Yang membuat saya merasa kecewa pada Z adalah, Z curhat, tapi ternyata dia berbohong. Z berbohong tentang X. X yang selama ini diceritakan itu subjeknya lain, orangnya beda. Errrgghhh…. bingung? Sama, saya juga *hwaduuuuuhhh*

Jadi ternyata Z menciptakan sosok X, padahal saya tahu kalau itu adalah sosok A!

Mengapa sih harus berbohong? Saya pikir dengan Z curhat kepada saya, Z percaya pada saya, sehingga dia bisa cerita sampai ke hal yang sekecil-kecilnya, mengenai perasaannya, mengenai hatinya. Mengapa Z tidak bilang terus terang kalau X adalah A?

Malu? Segan? Rahasia? Kalau gitu mengapa curhat pada saya? Saya merasa sangat tolol dengan mendengarkan ceritanya.

Ada 1 (satu) peristiwa lagi yang membuat saya tambah kecewa. Z bukannya meminta maaf atas peristiwa itu, tapi malah ikut-ikutan menertawakan saya, padahal menurut saya itu adalah hal yang sensitif. Z membuat lelucon yang menurut saya tidak lucu  dan tidak pantas dilontarkan. Semenjak itu saya agak menjauh dari Z.

Saya pikir Z adalah teman yang mempercayai saya. Ternyata? Tak selamanya niat baik disambut dengan baik. Dan yang membuat saya benar-benar kecewa adalah : Z tidak mencoba/berusaha untuk meminta maaf pada saya. How come?

Mengutip perkataan, “Things will never be the same again”. Saya hanya manusia biasa, jika saya dikecewakan, apalagi dengan cara seperti ini, agak sulit bagi saya untuk menerimanya. Mungkin dengan berjalannya waktu dan kedewasaan berfikir, maka bisa baik kembali…. entah kapan…. suatu hari nanti…. mungkin……

 

 

Iklan
  1. antiekuiq
    September 4, 2008 pukul 8:34 am

    Tabok aja tut orang beginian maahh….
    Tega2nya dia boongin luu…maksudnya apa coba??

    Maaf…saya esmosi…hehehhehehhe

    @antiekuiq
    hmm… ditabok ya sel?
    kayanya sih dia udah malu hati ndiri…
    *tapi boleh juga tuh idenya*

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: