Beranda > Baca Aja, CurHat, Info, Motorcycle, Renungan > Mang Dedi (ga jadi) digusur

Mang Dedi (ga jadi) digusur

Apakah anda pernah mampir dan makan di warung ini?

Dan dilayani oleh yang empu-nya warung (gambar) bernama mang Dedi?

Ya, anda benar, warung ini terletak di jalan Gandaria Tengah, Kebayoran Baru, tepatnya di samping Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jakarta Kebayoran Baru Tiga, jl.KH Ahmad Dahlan No. 14A.

Dan anda tahu ini apa?? **duh maaf, kok ga bisa ya nampilin hasil scan pdf, gimana caranya sih… gaptek nih**

Ini adalah Surat Himbauan dari Pemko Jaksel Kec. Keb. Baru, Kelurahan KRAMAT PELA no. 141/2008 yang isinya menghimbau agar para pedagang kaki lima yang berada di sepanjang Jl. Gandaria II (depan kantor Pajak)  :

  1. Dilarang berdagang diatas saluran air, trotoar dan badan jalan.
  2. Sepanjang Jl. Gandaria II, masuk dalam Area Penilaian Bangun Praja Tahun 2008.
  3. Untuk itu kepada Para pedagang Kaki Lima yang masih berada disepanjang Jl. Gandaria II untuk segera membongkar dagangannya.
  4. Apabila terhitung 3×24 jam sejak dikeluarkan Himbauan ini, tidak diindahkan, maka Tim Gabungan Penertiban Tingkat Kota Administrasi Jaksel akan melaksanakan penertiban dengan segala resiko menjadi tanggung jawab saudara.

Ditandatangani tgl 30 Mei oleh Lurah Kramat Pela : Suparman, S. Sos, dengan tembusan ke walikota adm Jaksel, Ka. Sudin Tramtib & Linmas Jaksel, Camat Keb. Baru, Kasie. Tramtib & Linmas Kec. Keb. Baru.

Disana tidak hanya ada Warung Roti Bakar Ganteng (= Gandaria Tengah) “Sinar Tampomas” kepunyaan Mang Dedi, tapi juga ada Nasi Goreng Pak Alex, Sate Ayam, dan warung mang Kosim.

Saya sedih dan kaget mendengar hal ini, karena sebelumnya para pedagang ini juga pernah disuruh pindah, dan mereka membongkar sendiri warung2nya, tapi mereka sabar karena dijanjikan boleh berjualan lagi. (pernah masuk di liputan Global TV). Kurang lebih 2  minggu, mereka membangun kembali warung2nya, dan mulai berjualan kembali. Tetapi tidak sampai seminggu, mereka dapat berita lagi dan surat himbauan tersebut, dan harus pindah permanen alias selamanya.

Menurut Emak (Emak adalah pemilik warung di seberang) mang Dedi sudah berjualan di lokasi itu sebelum Emak ada, Emak pindah ke Gandaria itu tahun 1987, berarti mang Dedi sudah berjualan sebelum tahun 1987! Dan mendapat berita ini, mang Dedi hanya bisa pasrah.

“Yah Toet, mau gimana lagi, kita mah cuma orang kecil. Tapi nanti Senin besok pada mau demo ke kantor Pajak.” (saya berbincang dengan mang Dedi pada malam minggu).

“Kok mereka tega sih Mak, mengusir tapi tidak diberi solusi pindah kemana? Lagian juga karyawan2nya kan terbantu, kalo mau makan ga jauh2, bisa makan di warung2 itu.”

“Yah Toet, kan Kepala kantor pajaknya baru. Dulu kan KPP 1, sekarang jadi KPP 3. Karyawan2 yang lama udah ga ada semua, pindah ke Sudirman. Jadi sekarang yang ada karyawan2 baru. Kalo yang petinggi-petingginya mana mau sih Toet makan di warung kaya gitu. Ya mereka ga tau situasi yang sebenarnya kali. Cuma mikir kalo ada warung2 itu kantornya jadi ga rapi. Makanya orang kantor pajak palingan lapor ke kelurahan & kecamatan, ngasih duit pasti, biar yang ngurus gusur2annya ya orang kelurahan. Orang pajaknya tau beres aja.”

Duh… tambah miris saya mendengarnya.

Mungkin bagi petinggi2 itu, hal ini hanya hal kecil bagi mereka. Tetapi apakah mereka tidak berfikir, mereka berarti menutup mata pencaharian orang, menutup mata pencaharian mang Dedi, pak Alex, dan yang lainnya.

Saya yang sudah hampir 5 tahun wara wiri dan hampir tiap minggu “nongkrong” disana bersama anak-anak Jakarta Matic Club (Jakmac), setidaknya punya “sense of belonging”, sudah kenal dengan mereka… dan hanya bisa mendengar cerita ini tanpa bisa berbuat apa2.

EHHH…. update berita nih….

ternyata mang Dedi masih ada!!! Ga digusur!!!

Hidup mang Dedi!!!

Iklan
  1. komang indah
    Agustus 1, 2008 pukul 3:18 am

    HIDUP MBAK TOETOET…..!!!
    PEJUANG KEADILAN!!!….

  2. Totty
    Agustus 22, 2008 pukul 3:29 am

    JAKMAC siap demo jika Mang Dedi di gusur…. Hidup Sinar Tampomas…

    Wah, kalo Dedi di gusur brarti utang gue ke Dedi bisa ilang… mmmm…kwkwkwk…

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: