Beranda > Baca Aja, CurHat, Info, Renungan > Pendaki RI Tewas di Gunung McKinley Alaska

Pendaki RI Tewas di Gunung McKinley Alaska

Mahasiswa Fakultas Tehnik Sipil dan Perencanaan (FTSP) jurusan Desain Interior

Universitas Mercu Buana, Pungkas Tri
Baruno (20) dilaporkan meninggal dalam perjalanan menuruni Gunung McKinley
di Alaska. Kegiatan ekspedisi ini bertema “Ekspedisi Tunas Indonesia
McKinley Alaska dan Vinson Massif Antartica 2008.”Informasi awal dari Komjen kita di San Fransisco, ada warga Indonesia
yang meninggal dalam perjalanan turun gunung Mc Kinley Alaska,” kata
juru bicara Departemen Luar Negeri, Teuku Faizasyah kepada okezone,
Selasa (8/7/2008) malam.

Menurut Teuku, korban meninggal sekira pukul 01.00 waktu Alaska. Pihak
Deplu, saat ini masih berupaya melakukan komunikasi untuk mendapatkan
perkembangan kasus ini.

Pungkas merupakan salah satu tim ekspedisi Pramuka Indonesia yang
diberangkatan dari Indonesia pada 13 Juni 2008.

 


Berdasarkan data situs kepramukaan, Tim ekspedisi Tunas Indonesia
McKinley-Alaska dan Vinson Massif – Antartica 2008 terdiri dari tujuh
orang.
Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan 100 tahun
Kebangkitan Bangsa Indonesia serta 100 tahun Kepanduan Sedunia.Berikut daftar nama tujuh orang yang semula direncanakan ambil bagian
dalam kegiatan tim itu:RUDI HARSONO (membatal ikut tim ekspedisi), lahir di Jakarta, 30 Juni
1984, warga Jalan Sawo no. 2 Pondok Jaya Bintaro 15224.

Pengalaman Kegiatan
2000 Ketua Tim Ekspedisi Khatulistiwa Mapala Stacia Universitas
Muhammadiyah Jakarta (Tn Bukit Raya) Kal-Bar
2000 Anggota tim kejuaraan arung gelombang Mapala Stacia Universitas
Muhammadiyah Jakarta (yonkal Adventure)
2001 Anggota tim ekspedisi Merah Putih Mapala Stacia UMJ (
Mt.Kilimanjaro & Mt.Kenya) Tanania/Kenya, Afrika.
2002 Anggota tim ekspedisi Indonesia Mt.Elbrus Mapala Stacia UMJ
(Caucasus) Rusia.

Pengalaman Organisasi
2000-2001 Koordinator Divisi Perencanaan Mapala Stacia Universitas
Muhammadiyah Jakarta
2001-2002 Ketua Bidang I Operasional Mapala Stacia Universitas
Muhammadiyah Jakarta
2002-2003 Sekertaris Umum Mapala Stacia Universitas Muhammadiyah Jakarta

 

 


PUNGKAS TRI BARUNO lahir di Jakarta, 11 April 1988, warga Jalan
Teratai II/27 Larangan Indah – Larangan, CiledugPengalaman Kegiatan
2000 Jambore Daerah DKI Jakarta 2000
2002 Ekspedisi Gn. Salak
2003 Ekspedisi Gn .Galunggung
2004 Ekspedisi Gn. Gede
2005 Panitia BTS SMAN 90 Jakarta

Pengalaman Organisasi
2004-2005 Wakil Ketua remaja Prabu

 


ZULFA AHYAR, lahir di Temanggung, 20 Oktober 1986, warga Jalan H Radi
Rt 001/09 no 73 Kereo CiledugPengalaman Kegiatan
2000 Peserta Jambore Daerah DKI Jakarta 2000
2001 Peserta Jambore Nasional 2001 Batu Raden
2003 Raimuna Nasional 2003 DI Yogyakarta
2004 Ketua Pelaksana Festival Music dan Bazaar Open SMUN 24 Jakarta
2004 Ketua Ekspedisi Sepeda Tour Jakarta – Bali
2004 Pendakian Kebut gunung pulau Jawa
2005 Ekspedisi Sumbing – Shindoro 3
2005 Peserta Diklat SAR Penyelamatan Kapal Laut
2005 Anggota pecinta alam Taruna Pecinta Alam
2006 Ekspedisi Renang antar pulau
2006 Diving Bidari Island

Pengalaman Organisasi
1999-2000 Ketua Dewan Penggalang
2001-2003 Ketua MPK OSIS SMA N 24 Jakarta
2003-2004 Sekertaris Pramuka Ambalan Bung Hatta
2005-2006 Ketua Koordinator Tekhnik Mesin Divisi Pengelasan

NI’MATUR ROHMAH, lahir di Blitar, 29 Maret 1983, warga Malang Jalan
Raya Sengkaling 242 Dau Malang

Pengalaman Organisasi
Pecinta Alam SMA – Sekarang
Wakil Ketua DIMPA UMM Periode 2005 – 2006
Manajer Base Camp XPDC Muda DIMPA di Sulawesi Selatan
Ketua Tim Penelitian Suku Baduy
Ketua PBS PTM se-Indonesia
Seleksi Tim XPDC Putri Everest 2007

 


TIM PENDUKUNG EKSPEDISII GUSTI KURNIA BAYU TRESNA lahir di Bandung, 19 Juni 1960

Pengalaman Kegiatan :
Terlibat aktif dalam kegiatan di alam terbuka (1976 – sekarang)
Terlibat aktif dalam berbagai operasi SAR (1976 – sekarang)
Melakukan berbagai pendakian di kawasan Asia dan Eropa.

 


Pengalaman Organisasi :
Ketua Umum Pengda FPTI JaBar 1990
Sekretaris Umum Pengurus Pusat FPTI 1991
Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat FPTI 1995
Andalan Cabang
Andalan Daerah
Andalan NasionalDON HASMAN, lahir di Jakarta, 7 Oktober 1940, ayah 2 orang putri,
warga Jalan Pemuda no.25 Rt 002/03

Organisasi :
Shaba Mandala Imada, Jakarta (Pendiri, sejak 1969)
MAPALA Universitas Indonesia, anggota kehormatan (sejak 1982)
Garuda Nusantara, Pembina (sejak 1990)
Explorer’s Club, New York (Honorable Guest)

 


Sertifikat dan Penghargaan :
Certificate Open Water Diving PADI (1996)
Sertifikat Perak Scubadiving NPS.0197.4790 Indonesian Navy Diving
School (1997) Komando Pasukan Katak.
Certificate OWD#159715712 Scuban School International
Trofi Adinegoro untuk bidang fotografi jurnalistik (1988)
Beberapa trofi bidang fotografi dari beberapa departemen pemerintahan
RI sejak 1980
100 FAMOUS PHOTOGRAPHERS IN THE WORLD, Perancis 2000Pekerjaan :
Wartawan mingguan Mutiara, harian Sinar Harapan Jakarta, Suara
Indonesia Malang, Nusa Tenggara, Obor Pancasila Manado
Pendamping/pemandu ahli bagi wartawan, penulis, fotografer, peneliti,
penjelajah nasional dan internasional dalan wilayah indonesia dan
mancanegara
Penulis untuk beberapa harian dan majalah dalam dan luar negeri
Pengajar / dosen tamu dan penceramah di beberapa universitas dan SLTA
di Indonesia (UI, Usakti, UPH, Atma, Ukrida, UMB, dll) dalam subjek:

Pengalaman Aktivitas di Alam/Bekerja :
Mendaki:
Mendaki gunung api di Indonesia sebanyak 40 buah
Mendaki 10 rangkaian pegunungan di Indonesia
Mendaki gunung Gede-Pangrango sebanyak 200 kali
Mendaki gunung-gunung di Eropa, Asia dan Afrika :

 


Mt. Etna, Itali; Mt. Blanc, Perancis; Mt. Davamand, Iran;
Mt.Herhanamera, Afghanistan; Mt. Kala Pattar, Nepal; Everest Base Camp
(1976,1978,1996);
Mt. Kilimanjaro, Tanzania (1985)


MUHAMAD GUNAWAN (Ogun), lahir di Jakarta, 24 Maret 1958,Pendidikan Nonformal :
Mountaineering Course di Nehru Institute of Mountaineering (NIM) di
Uttarkashi, India.
Winter Expedition Mountaineering Course di Rainier Mountaineering Inc.
di Washington State, USA.
Avalanche Course di Mount Baker, Washington State, USA.
Mix Climbing & Ice Climbing di Mount Rainier, Washington State, USA.
Pendidikan Pemandu Minat Khusus Gunung dan Hutan.

 

 

 

Sebelum meninggal di ketinggian 17 ribu kaki Gunung
Mckinley, Pungkas Tri Baruno sempat terjatuh dua kali dan pingsan. Dia
meninggal saat jatuh yang kedua karena kelelahan fisik akibat cuaca
yang sangat buruk.”Pungkas meninggal saat turun gunung. Cuaca saat itu tidak bagus,
pungkas terjatuh dan pingsan. Kemudian sadar lagi dan melanjutkan
perjalanan. Beberapa waktu dalam satu jam jatuh lagi . Disitu baru
ngak ketolong lagi,” kata kakak kandung Pungkas, Tatas saat dihubungi
okezone, Rabu (9/7/2008).

Tatas menambahkan, ayah dan ibunya mengalami shock ketika mendapat
kabar dari Departemen Luar Negeri. Namun kondisinya saat ini sudah
membaik dan pasrah. “Bapak dan Ibu baik-baik saja. Sudah tenang
sekarang,” ungkapnya.

 

Menurut rencana Pungkas akan dimakamkan di TPU Kampung Asem.

Jenazahnya dijadwalkan tiba di rumah duka pada hari Kamis, 10 Juli 2008.

 

Berarti dalam minggu ini sudah ada 2 orang pendaki yang tewas di Gunung tersebut.

Satu orang lagi adalah James Nasti (51) yang meninggal di puncak gunung itu pada tanggal 4 Juli dan jenazahnya juga dikuburkan disana.

2 pendaki asal Jepang hilang pada akhir bulan Mei lalu karena kehilangan arah, dan diperkirakan tewas.

Sejak tahun 1932 sudah 102 orang yang meninggal di Gunung itu.

Sumber : Sutarmi – Okezone

Denali National Park: http://www.nps.gov/dena/

Iklan
  1. Juli 10, 2008 pukul 5:11 am

    saya turut berbela sungkawa atas meninggalnya Pungkas, namun saya bangga sama Pungkas karena telah mengharumkan nama bangsa kita dengan melakukan ekspedisi ke sana.
    semoga amal ibadahnya diterima ALLAH, Amien
    dan buat keluarga yang ditinggalkan semoga diberi ketabahan..

  2. Juli 10, 2008 pukul 11:04 am

    Saya benar2 merasa sangat berduka cita. Pungkas adalah teman seangkatan saya waktu SMA. Gak nyangka aja akan terjadi hal seperti ini. Semoga Pungkas diterima disisi ALLAH dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran atas peristiwa ini.

  3. 876
    Juli 11, 2008 pukul 4:15 am

    Jika hidup ini anugrah, maka kematian pun adalah satu jalan menuju kehidupan yang abadi. Mati muda itu ‘mungkin akan lebih indah’, krn Tuhan g mw ngebiarin kita bikn dosa lbh byk lg, hehe…. Dia tlah menemukan kebahagiannya dsn!!! U’re irreplaceable….

  4. Juli 11, 2008 pukul 10:59 am

    saya turut berduka cita atas meninggalnya bliau….

    saya kagum akan sosok dirinya…

    begitulah hidup kita nggak pernah tau kapan berakhir….

    smogal amal dan ibadah bliau slma ini dapat diterima ALLAH…

    AMIEN…

  5. dHinIe
    Juli 11, 2008 pukul 11:43 am

    Tuhan punya kuasa indah d baLik ini semua…
    sLamat jaLan sAhabat,kau teLah melakukan tugasmu dengan baik,memberikan yang terbaikuntuk bangsa…

  6. Ardian SMA 90 Jakarta
    Juli 12, 2008 pukul 2:50 am

    Turut berbela sungkawa atas kepergian saudara kita pungkas serta di beri ketabahan bagi keluarga yang di tinggalkan . . .

  7. Juli 12, 2008 pukul 5:17 am

    Saya trut brbla sungkwa atas meninggalnya pungkas.Dan saya berharap kejadian ini mendapat respon yg baik dr pemrintahan RI krn bgmnpun jg pungkas udah mengharumkan bangsa ini dg profesi dan misi yg di embannya.

  8. yogo
    Juli 15, 2008 pukul 7:41 pm

    turut bela sungkawa atas musibah yang dialami oleh pungkas tri B. semoga tuhan mengampuni dosa2 nya, dan mendapat tempat di sisinya.beristirahat dengan tenang.
    tapi saya kurang setuju kalo dibilang mengharumkan nama bangsa…… karena tidak memperjuangkan sesuatu hal yang berguna bagi bangsa indonesia. dan saya mohon bagi panitia kegiatan jika mau mengirimkan team untuk xpedisi, mohon dilihat dari segi kemampuan dan pengalaman (jam terbang). kalo sudah beginikan namanya bukan mengaharumkan tapi justru merepotkan. padahal alam lebih kejam dari manusia.

  9. Dody
    Juli 20, 2008 pukul 11:37 pm

    Ini mah pahlawan konyol, pahlawan itu kalau berhasil dan pulang sehat seger buger, bukan jadi hamburger kayak sekarang, persiapan aja naik-naik ke puncak gunung tropis(gede, Pangrango, salak)????????????, panjat tebingnya di Citatah itu sih medan latihan amat sangat dasar, try out gunung es nya dimana ?? coba ke Jayawijaya dulu, yang jago seperti Om Norman Edwin ajah bisa koit kok masak ini dipaksa-paksain, pastas aja Om Don Hasman mundur dari Tim karena mungkin enggak mau ikut disalahkan, yang lebih heran lagi ketua Timnya ikut keder dan enggak jadi ikut ke Canada jadi gimana ini kwarnas tunas mati sebelum tumbuh donk kecian deh elu, payah dach ganti aja ketuanya yang sudah merestui eh disitus lain katanya tidak direstui

  10. Irwan SMR
    Juli 24, 2008 pukul 3:50 am

    Maaf mas dody, terlalu dangkal kalau kematian pungkas diimbuhi sesuatu yang kurang berarti seperti yang mas berikan……..

    Akan lebih indah jika kematiannnya jadi kenangan yang terindah bagi keluarga,sobat dan kerabat………Mohon jangan beri peluang untuk menjadi polemik.

    terimakasih atas kebesaran hatinya.

  11. edhoe
    Agustus 3, 2008 pukul 2:33 pm

    ..beristirahatlah dg tnang wahai sang petualang,Tuhan tau apa yg trbaik buat engkau..doa kmi mnyrtaimu..”kmntas hutan gunung yogyakarta”

  12. na2
    November 17, 2008 pukul 1:00 pm

    na2 sdiiih … bgt begitu denger berita dari tv bahwa ada seorang pemuda Indonesia yg meninggal stelah mengibarkan bendera merah-putih. Wlaupun na2 gak knal sma k’Pung, tp smua kpribadian k’Pung mmbuat na2 bangga akan k’Pung. Slamt jlan k’Pung, kmi cinta dan sayang padamu …

  13. Jnuar
    Desember 14, 2008 pukul 1:48 am

    dody ,
    gag spantas’a anda ngmng bgtu .
    anda yg shrus’a mati bkan k’pungkas .
    tpy , anda dan mulut besar anda yg tidak ada ayakan’a .
    Anda yg hrus enyah dri dunia nie .
    Cuz ,
    dunia gag perlu orng sampah kyk k dody i2 .
    dasar orng smpah dunia syrik ajh bsa’a .
    saya akan mmbla k’pungkas mpe mati jga .
    soal’a dya jga bwa nma INDONESIA N PRAMUKA .
    i2 sngt mnghrumkan nma INDONESIA DAN PRAMUKA .
    yg pntas mati kau dody bkan k’ pungkas krna k dody sampah dunia .

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: