Beranda > Baca Aja, Info, Jobs, Renungan, Upah > SKB 4 Menteri : Pemeliharaan momentum pertumbuhan ekonomi nasional dalam mengantisipasi perkembangan perekonomian global

SKB 4 Menteri : Pemeliharaan momentum pertumbuhan ekonomi nasional dalam mengantisipasi perkembangan perekonomian global

Suhendra – detikFinance

Jakarta – Pemerintah resmi menerbitkan aturan baru mengenai upah minimum buruh. Penetapan upah tidak lagi melibatkan pemerintah tapi negosiasi langsung antara pengusaha dan buruh (bipartit).

Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri itu ditandatangani oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Menteri Dalam Negeri Mardiyanto dan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu.

Putusan 4 SKB itu berdasarkan aturan PER.16/MEN/X/2008, 49/2008, 922.1/M-IND/10/2008 dan 39/M-DAG/PER/10/2008 per tanggal 22 Oktober 2008. Nama SKB itu adalah ‘Pemeliharaan momentum pertumbuhan ekonomi nasional dalam mengantisipasi perkembangan perekonomian global’.

Berikut poin-poin dalam SKB 4 menteri itu yang akan menentukan upah buruh:
 
Pasal 1
Dalam menghadapi dampak krisis perekonomian global, pemerintah melakukan berbagai upaya agar ketenangan berusaha dan bekerja tidak terganggu.
 
Pasal 2
Upaya sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 adalah sebagai berikut:
 

a. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi melakukan:

§                 Konsolidasi unsur pekerja/buruh dan pengusaha melalui forum LKS tripartit nasional dan daerah serta dewan pengupahan nasional dan daerah agar merumuskan rekomendasi penetapan upah minimum yang mendukung kelangsungan berusaha dan ketenangan bekerja dengan senantiasa memperhatikan kemampuan dunia usaha khususnya usaha padat karya dan pertumbuhan ekonomi nasional.

§                 Upaya mendorong komunikasi bipartit yang efektif antar unsur pekerja/buruh dan pengusaha di perusahaan.

§                 Upaya meningkatkan efektivitas mediasi penyelesaian perselisihan hubungan industrial secara cepat dan berkeadilan serta pencegahan terjadinya pemutusan hubungan kerja.

 
b. Menteri Dalam Negeri melakukan:

§                 Upaya agar gubernur dan bupati/walikota dalam menetapkan segala kebijakan ketenagakerjaan di wilayahnya mendukung kelangsungan berusaha dan ketenangan bekerja, termasuk meningkatkan komunikasi yang efektif dalam lembaga kerjasama tripartit daerah, dan dewan pengupahan daerah.

§                 Upaya agar gubernur dalam menetapkan upah minimum da segala kebijakan ketenagakerjaan di wilayahnya mendukung kelangsungan berusaha dan ketengakerjaan dengan senantiasa memperhatikan kemampuan dunia usaha khususnya usaha padat karya dan pertumbuhan ekonomi nasional.

§                 Upaya gubernur dan bupati/walikota mengoptimalkan peran, fungsi dan pelaksanaan tugas pejabat fungsional ketenagakerjaan dan lembaga-lembaga ketenagakerjaan lainnya.

 
c. Menteri Perindustrian melakukan:

§                 Mendorong efisiensi proses produksi, optimalisasi kapasitas produksi dan daya saing produk industri.

§                 Menyusun kebijakan penggunaan produksi dalam negeri dan melaksanakan monitoring pelaksanaannya.

 

d. Menteri Perdagangan melakukan:

§                 Upaya peningkatan pencegahan dan penangkalan penyelundupan barang-barang dari luar negeri.

§                 Memperkuat pasar dalam negeri dan promosi penggunaan produk dalam negeri.

§                 Mendorong ekspor hasil industri padat karya.

 
Pasal 3

Gubernur dalam menetapkan upah minimum mengupayakan agar tidak melebihi pertumbuhan ekonomi nasional.
 
Pasal 4
Tindak lanjut peraturan bersama ini dilakukan oleh masing-masing menteri.
 
Pasal 5
Peraturan bersama ini mulai ditetapkan berlaku sejak ditetapkan.

(hen/ir)

Iklan
  1. Oktober 29, 2008 pukul 12:47 pm

    terima kasih infonya…

    @Cabe Rawit
    Sama2… blognya bagus…

  2. November 2, 2008 pukul 2:53 pm

    SKB 4 menteri 22 oktober 2008 adalah bentuk contoh kurangnya sensitivitas pemeritah yang hanya melihat dalam satu sisi ujungnya program kapitalis yang berjalan.

  3. yudi
    November 3, 2008 pukul 8:36 am

    Saya kok berpikir lebih jauh ya…, bahwa penetapan skb 4 menteri ini lebih condong buat politik praktis.
    Bisa dibayangkan PEMILU 2009 suara buruh akan “lari” kemana.

  4. November 5, 2008 pukul 12:02 am

    semoga badai ini cepat berlalu…
    🙂

  5. Suryana Nata Saputra
    November 6, 2008 pukul 6:43 am

    Ini sudah menjadi tradisi tahunan dan akan selalu terjadi karena kepentingan pengusaha dan kebutuhan pegawai tak akan pernah sinkron.

  6. ronnie
    November 6, 2008 pukul 10:40 am

    Qta harus bijaksana dalam situasi speti ini, ga mungkin maksa perusahaan bayar gaji gede tapi omset tipis, karyawan jangan mau menang sendiri dunk..

  7. AKU
    November 6, 2008 pukul 4:58 pm

    tambah dalam lagi sumur keuangan bagi tamatan smu yang harus kami gali dan tutup lagi…..
    negara kita selalu mengambil kebijakan yang selalu sama….\
    BBM turun……..UMR juga turun……tapi……
    BBM naik…..UMR ga dibolehin naik…….

  8. November 7, 2008 pukul 11:01 am

    Saya pikir yang harus dipangkas “high cost economy” coz jadi beban buat dunia usaha, sehingga nilai kompetisi tidak bagus, kalau saya biaya2 ekonomi tinggi dapat dipangkas dan dialokasikan untuk peningkatan income karyawan yang bertujuan juga meningkatkan produktifitas maka jadi semakin besar gap antara kepentingan pengusaha dan karyawan yang bisa menjadi pemicu instabilitas ekonomi dan iklim investasi yang kurang bagus, Semua kan saling berkait efeknya.
    Pengusaha Kalau Untung bagus ya Karyawan harus menikmati, demikian juga pekerja bisa mengerti kondisi keuangan perusahaan , Yang Penting adanya transparansi/ keterbukaan

  9. November 8, 2008 pukul 11:42 am

    tanks atas infonya
    salam blogger

  10. November 10, 2008 pukul 3:51 pm

    gw bisa stres nich..
    gara gara skb itu…

  11. November 17, 2008 pukul 4:40 am

    Inilah klo pemerintah kita banyak pengusaha, jadinya peraturan buruh itu selalu memihak kepada pengusaha, kenapa pemerintah tak pernah memperbaiki aturan yang lama itu menjadi terbaik bagi semua.. ini diutak atik aturan lama hanya untuk memihak pengusaha,
    JK,Fahmi Idris,Bakrie.. pokok ee menteri sekarang kebanyakan pengusaha dahhh..
    Kasihan kita kaum buruh ini… padahal pajak buruh itu… diam diam dinikmati oleh Pemerintah

  12. risa
    November 18, 2008 pukul 12:19 am

    apapun keputusan MENTERI2 aku akan sutujuh asalkan keputusan tsb bisa memberikan dampak positif bagi bangsa indonesia,,
    terutama untuk para buruh di Indonesia.

  13. wawan
    November 18, 2008 pukul 5:43 am

    thanks…aku jadi lebih ngerti kenapa skb itu diributkan, aku dukung para buruh dalam berjuang……

  14. November 19, 2008 pukul 10:24 am

    Cing atuh pamarentah ayeuna teh tong mikiran beteng sorangan pikiran oge rakyat handap nu nganggur ari padulimah mun moal garede beuteung jang irung blog….

  15. Babans
    November 19, 2008 pukul 2:29 pm

    Sbg buruh, qta merasa sedih skali, qta rame2 nggk usah nyoblos, biar nyaho tuch pemerintah, yg mentingin pengusaha, sperti kata doel sumbang ‘semut dah kecil keinjak lagi, keinjak lagi..,

  16. dian
    November 20, 2008 pukul 3:32 am

    sebagai seorang buruh saya juga marah dengan kondisi sekarang ini tapi “mbok yo…seng pengertian” bagi perusahaan tidak mungkin menaikkan begitu saja tanpa ada prestasi, pemerintah harusnya sadar bahwa apabila ada yang kontra pastinya ada yang tidak beres dan harus dievaluasi setelah bertindak

  17. dodik
    November 20, 2008 pukul 4:16 am

    met pagi semua ,
    ikut kasih komentar dong, dikit aja… di Negara Kita Indonesia masih belum adanya paham memanusiakan manusia alias buruh sebagai mitra di dalam perusahaan, jadi kalo kita jadi buruh tetap aja kita masih gak ada toleransi. Jadi buat kita semua yang sudah kerja maupun yang belum gak usah saling berantem atau gontok2an antar teman begitu juga orang kantoran gak usah menganggap dirinya udah di atas, meremehkan teman yang jabatannya dibawahnya, saling bersilat lidah , dll. kembali kita ini semua masih buruh kalo kita masih digaji ama orang maka dari sini alangkah baiknya kita itu bisa bersatu dan saling membantu meskipun SKB 4 menteri dimunculkan kita harus siap menerima kenyataan yang ada kita harus bisa menghadapi selanjutnya apa yang akan terjadi dikemudian hari dalam menghadapi era globalisasi begitupun juga yang diatas (YME) tidak akan tinggal diam dengan adanya keterpurukan yang menimpa kita. lagian kalo kita tetap ngotot dan berantem terus yang dirumah mau makan apa dong .. pusing lagi .. cari kerja lagi.. C.P deh.. hidup buruh..

  18. I Putu Serangan
    November 20, 2008 pukul 12:54 pm

    Saya sebagai buruh sangat khawatir dengan keluarnya produk SK 4 Mentri ini. bisa-bisa pengusaha seenaknya menentukan upah kepada buruh. saya harap sk 4 mentri ini dibatalkan saja dan umk dan ump. sangat diperlukan untuk memenuhi biaya hidup yang layak. bukankah buruh/karyawan merupakan aset perusahaan……?
    terimakasih semoga pemerintah lebih bijaksana dalam mengeluarkan kebijakan untuk publik. dalam hal ini bagi kaum buruh di Indonesia.

  19. X-man
    November 21, 2008 pukul 12:52 am

    Nasib….ya nasib. ada nggak ya.. Kapitalis yang Nasionalis.

  20. Ryan
    November 21, 2008 pukul 1:38 am

    Buat para fren yang pro juga yang kontra, mmg sulit memuaskan semua pihak. Buruh baik perusahaan resiko bangkrut ato pengusaha baik buruh susah. Pilihan buat buruh adalah gaji besar trus PHK atao gaji sedikit tapi ada. pilihan buat pungusaha nuruti buruh trus tutup ato buruh bisa paham kondisi. Win-win or lose-lose.

  21. November 21, 2008 pukul 5:22 am

    kayaknya semakin susah jadi pekerja, semoga para pengusaha tetap bijak menentukan gaji para karyawannya.

  22. aa
    November 21, 2008 pukul 6:49 am

    ini lebih memihak para pengusaha dari pada para buruh. UMR Turun tapi kebutuhan bahan pokok masih aja mahal…. cekik aja sekalian

  23. November 21, 2008 pukul 6:55 am

    kumaha atuh rakyat letik, ditijek deui ditijek deui…. ken bae siah Alloh mah Maha Uninga.

  24. arief kun
    November 21, 2008 pukul 9:26 am

    eh aku ngeprint tulisanmu yah
    buat dibaca2
    thanks yah

  25. tata
    November 21, 2008 pukul 10:30 am

    pemerintah indonesia parah!!!!!! tidak bisa mengatasi krisis ekonomi!!! tolong yah para KORUPTOR!!!!!!KALAU SAJA negara ini BEBAS KORUPTOR, pasti rakyat indonesia terutama para buruh tidak akan banyak menuntut dan berdemo. sudah tau krisis ekonomi, masih saja tidak tau diri mengambil bagian rakyat (terutama rakyat kecil).
    PIKIRKAN NASIB BURUH DONK!!!!!!!!! jangan mikirin diri sendiri melulu!!!!!

  26. frans
    November 21, 2008 pukul 11:21 am

    Sebagai mahasiswa saya merasa bingung, apakah saya setelah lulus bisa turut memberikan tenaga untuk memperbaiki perekonomian indonesia yang semakin tahun semakin menurun,,,
    apabila melihat situasi saat ini, Pemerintah yang tidak memperhatikan Keadaan dan kondisi para sarjana yang menganggur dan melarat………..

  27. Dedeal
    November 21, 2008 pukul 1:53 pm

    Gila abiz deh pokoknya
    Dak taulah mak mano, nka nyalahke siapo pun dak pacak.
    Jadi, siapo bae yang dukung dan siapo bae yang anti jangan sampe belago anteng bae, sambil berembuk.
    Pemimpin yang bagus, pemimpin yang biso ngertiiin rakyat yang dipimpinnyo.

  28. Dedeal
    November 21, 2008 pukul 1:57 pm

    MAntak uak kau, naek kelah ce sampe 100 % gaji kito tu. mak mano

  29. Wiandras
    November 22, 2008 pukul 8:17 am

    Pusing….

  30. Lny
    November 22, 2008 pukul 1:38 pm

    Dlu Buruh adalah karyawan yg hanya dipakai tenaganya saja.Tp sekarang buruh jg diperas otakny untuk menghadapi para auditor yg memberikan peringkat pd perusahaan untuk dalam setiap tender order saat ini bukan hanya tenaga yg dikeluarkan.Kenapa para pengusaha tdk diberi mata hati untuk melihat hal tersebut,kita ini partner bukan budak .Secara para menteri yg membuat peraturan tersbt adlh pengusaha,kita cma bs bdoa klo aja mereka dpt hidayah.

  31. Angklung
    November 23, 2008 pukul 4:05 am

    Hai,para buruh pilihlah partai yg memperjuangkan nasib para buruh pd pemilu 2009 nanti.

  32. Ratu Adil Satria Pinandhita Sinisihan Wahyu
    November 23, 2008 pukul 10:36 am

    skb gak becus tuh.

  33. chilunk
    November 24, 2008 pukul 1:15 am

    Hm. met pagi semua,
    Sebenarnya kondisi buruh sudah kondusif sebelum terbitnya SKB 4 Menteri itu. Lha kok ya ada saja pemikiran yang bikin kondisi mereka terusik. Saya pribadi sangat kagum akan hal itu. Betapa orang-orang itu mampu mengadu domba antara kita sebagai warga negara dengan aparat atau dengan lainnya (Demo lagi-demo lagi). Belum lagi para mahasiswanya yang sering demo berujung anarkisme. Hehehehe……. mau dibawa kemana Negara ini. Oalaaaaaaaah …… kasihan deh lu bangsa indonesia yang tak kunjung tenteram.
    YANG PENTING MARILAH KITA BERFIKIR DAN BERTINDAK UNTUK KEBAIKAN SAJA LAH. KEDAMAIAN AKAN MUNCUL KETIKA KITA SENANTIASA BERFIKIR DAN BERTINDAK DAMAI, OK.
    Nah…… daripada mikirin yang gituan, mending makan sate ayam madura yuk ….. ssssssssp hmhmhmhm lezat……

  34. Ryan
    November 24, 2008 pukul 5:28 am

    Setuju ama semua kalo pemerintah kita banyak kurangnya buktinya yang sepele peniti, jepit rambut, kelereng aja masih import, bikin pepesan aja ada bahan importnya lho. Jadi siapapun peminpinnya, partainya, aturannya dan yg demo tidak akan bisa bikin harga turun.
    Nikmati aja kalo harga barang pada naik. Oh ya buat yang suka demo di dewan, pensil anda juga import lho, yang suka makan sate, pentil roda bakul sate juga import. TE…. SATE!!!

  35. Dimas
    November 25, 2008 pukul 1:34 am

    Hm…hm…….
    Hi temen – temen demo yang teratur jangan pakai anarkis, apalagi sampai konyol…..Jangan ikutin profokator yang tidak bertanggung jawab, kita sudah merdeka Jangan mundur kebelakang lagi untuk mudah di adu domba, Ingat anak – anak kita, jangan mudah menggambil keputusan yang kurang adanya pemikiran……..Setuju demo ………tapi pakai aturan yang sudah ada….!!!!!!! MARI KITA BERDOA SUPAYA ADANYA KEMEROSOTAN PASTI ADA KEMAJUAN…..(Andrean Dimas Indica Cahyadi)

  36. dfra
    November 25, 2008 pukul 4:18 am

    SKB 4 menteri ajah belum keluar, sudah susah mencari uang di negeri tercinta ini..
    Bapak2 pemerintah yang terhormat lihatlahkami ini pak sebagai pijakan mu untuk dapat berdiri..
    sebagai contoh upah penggajian di perusahaan penerbangan swasta terbesar nasional (Lion air) saja jauh dibawah UMR semenjak perusahaan ini berdiri.
    Perusahaan yang berdiri tegak di DKI ini memeberikan upah bagi pendidikan D3 – S1 sebesar Rp 825.00/bulan
    dan bagi SMU/K hanya Rp 725.000.
    bayangin bapak – bapak yang berdiri di pemerintahan melihat nasib seorang anak bangsa menelan keringatnya perbulan di Jakarta sebagai seseorang yang berpendidikan tinggi..

    Preeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeets

  37. November 25, 2008 pukul 6:05 am

    Qu cuma bisa berharap, mudah2an skb 4 mentri ini bisa melindungi negara dan bangsa ini dari keterpurukan yg berlarut2. Semoga para pejabat di indonesia ini dianugerahi hati nurani yg jernih dan benar2 punya i’tikad yg baik untuk memajukan bangsa ini. Bukan sekedar ntuk menggembrotkan kantong nasi doang! Qita semua berdo’a aja mudah2an terjalin hubungan yg saling percaya antara pemerintah dengan rakyat! Hiduup Indonesia!

  38. e'man
    November 25, 2008 pukul 12:07 pm

    whahhahahahhaha
    korupsi kolusi n nepotisme mah udah makanan hari2 rakyat indo….
    buruh di peras otak and tenaganya mah udah biasa d indo…
    percuma demo gk da gunanya gk di denger juga wong telinga mentrinya udah bolong karo duit panas…
    mudah2’an nasib para buruh indo d’ beri kelonggaran tuk menghadapi ini…

    mawnya menteri kan cuman satu
    “CUKUP AQ AJA YANG KAYA”
    dasar tai!!!…
    sry pak menteri

  39. begoeds
    November 25, 2008 pukul 6:13 pm

    seperti yang pernah dibilang Pak Karno “LEBIH GAMPANG MELAWAN MUSUH BANGSA LAIN DARI PADA MELAWAN BANGSA SENDIRI” YA SERPTI INI skb 4 PENJAJAH BANGSA SENDIRI semoga di LAPANGKAN KUBURNYA…..Amien

  40. KIRI,-
    November 25, 2008 pukul 6:45 pm

    Setelah melihat kondisi yang seperti ini. Yg sjak lama buruh slalu di tindas. Buruh harus bersatu, buruh harus cerdas, buruh harus berserikat (berorganisasi), buruh harus pandai dan buruh harus belajar kepemimpinan. Harus ada perwakilan buruh di parlemen karena hanya buruh lah yg paling mengetahui kepentingan buruh. Walau itu memg tdk mdh, karena kapitalis jg tdk akn tgl diam.
    Yg bs duduk di parlemen selama ini hanyalah kaum borjuasi, kaum pemodal dan pengusaha. Oleh karena itu kebijakan2 yg di buat adalah kebijakan2 yg mendukung kepentingan mereka (pemodal). Sedangkan kepentingan pemodal pasti berlawanan dg kepentingan buruh.

    Penetapan penghitungan UMP yg sdh ada saja tdk msk akal!!!

    HIDUP PEKERJA KERAH BIRU !!!. Buruh harus KRITIS dan buruh harus sadar akan klas nya (proletar).

  41. arifrahmanlubis
    November 27, 2008 pukul 1:06 am

    lepas tangan gini pemerintah

    atau memberikan angin segar pada pengusaha?

    emang siapa orang kuat yg jadi pondasi pemerintah?

    pengusaha?

    ia?

    ia.

  42. Ryan
    November 27, 2008 pukul 3:07 am

    Mgk hrs tgu 1 generasi lagi supaya Indonesia berubah, dengan syarat : Kita yang teriak, demo, ngrumpi dll, kalo ntar sudah jadi orang penting tidak lupa dg yg kita perjuangkan sekarang. Jangan kayak Bapak, Om, Paklik kita yng skr menjabat, dulu tukang las, teriak teriak “Bela kaum Buruh dan Marginal !” Pas menjabat lupa ama yg diperjuangkan. PREEK. Aq juga pensiunan demonstran anti KKN tp temen2 demonstran bnyk yg jadi PNS malah KKN, katanya krn kebutuhan. Preek lagi…

  43. November 27, 2008 pukul 4:58 am

    Sudah menjadi resiko buruh sering dizhalimi pengusaha dan penguasa. 2 kelompok terakhir ini adalah teman seiring sejalan yang mencari cara lebih baik untuk mendapatkan uang yang lebih banyak.
    Pemerintah kita saat ini memang lebih pro pengusaha kapitalis. Contoh nyata adalah naiknya bbm dan dikuasainya 90% kekayaan alam Indonesia oleh kapitalis asing.
    Mari kita berdo’a supaya pemerintah Indonesia dimasa yang akan datang para pejabat dan sistem pemerintahannya lebih berpihak kepada mayoritas rakyat Indonesia. Amin

  44. November 27, 2008 pukul 3:55 pm

    SKB 4 Mentri….
    hm… sebenernya sih kalo gw liat baik. dan masuk akal.
    Karena nantinya upah minimum akan ditentukan pada masing2 daerah. Cuma nanti dalam hal kontrol dan implementasi dari penetapan SKB tersebut harus ada tindakan jelas.
    Jika tidak kasihan para buruh kita, akan semakin terjepit.

    DAN UNTUK PARA ORANG2 YANG SELALU BERTERIAK2 TENTANG KASIHAN BURUH KITA DAN SEBAGAINNYA….
    Apakah kalian mendukung perekonomian dalam negri?, Apakah kalian membeli produk2 yang dikerjakan oleh para buruh2 tersebut?, Apakah kalian tau susahnya jadi pengusaha lokal dengan buruh yang suka demo bersaing dengan barang import dari Cina yg terkenal Murah serta barang2 Import dari Eropa untuk masalah kualitas dan Prestisius?
    dan masih banyak apakah lagi…???

    Mari kita dukung perekonomian kita dengan membeli barang Lokal…

  45. hari
    November 28, 2008 pukul 1:10 pm

    Agenda 2009 tuh.
    Udah rahasia umum kalo pemilu partai2 rame2 nodong perusahaan2 ngemis buat pemilu.

    mentri – jabatan politis[dibelakang mereka ada dukungan partai]

    pengusaha cari aman tar klo gk di kasih duit pas itu partai menang repot ijin nya.

    jadi ini deal antara partai-pengusaha………!

  46. Wahyu
    November 30, 2008 pukul 4:48 am

    Tlng downk pmrnth hargai stiap krj krs buruh d indonesia,qt kn sma2 umat manusia n ciptaan Tuhan,JANGAN SELALU MENILAI SEGALA SESUATU Dengan UANG

  47. November 30, 2008 pukul 6:58 pm

    menurut saya hapus aja skb 4 mentri toh masih banyak cara laen seperti pemangkasan APBN yang gak perlu di tambah seperti anggaran perbaikan gedung dpr dan mpr dan masih banyak yg laen nya ..
    bagus untuk menutup anggaran yg kurang wat krisis ekonomi sekarang ini…
    cape2 presiden dalam pidato na si suruh berhemat tp legislatif dan eksekutif na yg malah boros..
    malah rakyat tlah berkorban untuk berhemat eh yg katanya org penting di dalam negara gak mau berhemat akibat na rakyak kecil yg tertindas lagi…
    huh….

  48. Desember 1, 2008 pukul 5:59 am

    Ini merupakan gambaran indonesia yang sebenarnya, seperti benang kusut yang pastinya susah untuk diuraikan, dibetulkan apabila diluruskan, ketika kita sekolah/kuliah mungkin kita membenci temen-2 dilegislatif maupun dipemerintahan yang barang kali tidak jauh dari KKN, tapi apa ketika kita bekerja, tak sedikit kita bisa dibilang sama seperti mereka dulu, sebenarnya yang bekerja sebagai buruh , contoh seperti saya g ada yang mikirin, kalopun ada hanya segelintir orang itupun g berpengaruh, jadi ? kita ini sudah hidup dengan ego dan kepentingan masing-2 golongan, organisasi,partai dan semacamnya.mustahil kondisi seperti ini bisa segera diatasi, cara apapun sudah membuat benang kusut jadi tambah ruwet and amburadul.cara termudah syukuri nikmat yang diberikan oleh Allah, berupa apapun itu.wass

  49. persen
    Desember 2, 2008 pukul 12:59 pm

    skb 4 mentri secara subjektif pemerintahuntuk melindungi tenaga kerja dengan ara menjaga investor. namun kenyataanya malah menempatkan buruh pada temapat yang lebh mudah di tindas para kapitalis
    sala proletar

  50. dewa
    Desember 16, 2008 pukul 5:40 am

    JANGAN PERCAYAKAN SEEKOR ELANG UNTUK MENGASUH ANAK-ANAK AYAM, DEMIKIAN JUGA JGN PERCAYAKAN PENGUSAHA POLITISI ATAU POLITISI PENGUSAHA UNTUK MEMPERJUANGKAN KEPENTINGAN BURUH. Buruh ( = orang yg makan gaji +makan hati) harus punya wakil sendiri di DPR & pemerintahan untuk berbicara & berjuang bagi para buruh.

  51. denyboy
    Desember 17, 2008 pukul 3:05 am

    Mungkin sudah saatnya para buruh harus ada yang duduk dewan RI, Jangan cuman para pengusaha yang duduk, dan pada akhirnya mereka cuman mau menyelamatan perusahaan2 mereka, dengan cara menindas buruh…..kasihan nasib buruh…..

  52. must_bangoen
    Januari 7, 2009 pukul 7:34 pm

    semoga pemerintah memang punya niat tulus mensejahterakan rakyat sesuai amanah…..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: