Beranda > Info, Kampus, Renungan > Hari Ini 10 Tahun Tragedi Semanggi I

Hari Ini 10 Tahun Tragedi Semanggi I

untitledKOMPAS/AGUS SUSANTO

Sebuah bajaj melintas di depan baliho berisi permintaan kepada warga yang melintas tentang dukungan untuk penuntasan kasus Trisakti, Semanggi I, dan Semanggi II di depan Kantor Kontras, Jakarta, Sabtu (8/7).

/

Kamis, 13 November 2008 | 07:39 WIB

JAKARTA, KAMIS – Hari ini, Kamis (13/11), tepat 10 tahun terjadinya Tragedi Semanggi I. Sejumlah aktivis mahasiswa 98 bersama keluarga korban menyelenggarakan sejumlah acara guna memperingati tragedi yang menewaskan 17 orang itu. “Kami mantan aktivis mahasiswa 98 membentuk Komite 13 November. Kami ingin terus mengingatkan kepada pemerintah siapa pun yang berkuasa bahwa ada tanggung jawab yang belum diselesaikan. Kami berjuang agar tragedi ini tidak dilupakan,” kata Ignatius Indro, Humas Komite, yang dihubungi Senin.

Rangkaian peringatan 10 Tahun Tragedi Semanggi I dipusatkan di Kampus Universitas Atma Jaya, Jakarta. Rangkaian acara dimulai pada pukul 10.00 dengan pembukaan pameran foto dan pemutaran film.

Kemudian pada pukul 12.00 akan ada acara tabur bunga yang dilanjutkan dengan diskusi pada pukul 13.00. Selain itu, pada malam hari, pukul 19.00 juga akan diselenggarakan misa di Gereja Maria Kusuma Karmel mengenang Wawan, salah seorang mahasiswa Atma Jaya yang meninggal dalam peristiwa itu.

Sekadar mengingatkan, peristiwa Semanggi I terjadi saat ribuan mahasiswa berunjuk rasa menolak Sidang Istimewa yang membahas soal pemilu pascalengsernya Soeharto. Mahasiswa dihadang aparat keamanan di depan Kampus Atma Jaya. Aksi mahasiswa yang dimulai sejak 11 November memuncak pada 13 November. Aparat keamanan melepaskan tembakan membabi buta ke arah mahasiswa yang berbaur dengan masyarakat.

Beberapa mahasiswa tertembak dan meninggal di jalan. Mereka adalah Teddy Wardhani Kusuma (Institut Teknologi Indonesia), Bernardus Realino Norma Irmawan atau Wawan (Universitas Atma Jaya), Sigit Prasetyo (YAI), Heru Sudibyo (Universitas Terbuka), Engkus Kusnadi (Universitas Jakarta), Muzammil Joko (Universitas Indonesia).

Tim Relawan untuk kemanusiaan mencatat, selain enam mahasiswa, terdapat 11 korban meninggal lainnya terdiri atas 2 orang pelajar SMA, 2 orang anggota aparat keamanan dari POLRI, seorang anggota satpam Hero Swalayan, 4 orang anggota Pam Swakarsa, dan 3 orang warga. Sementara itu, sebanyak 456 korban mengalami luka-luka, sebagian besar akibat tembakan senjata api dan pukulan benda keras/tajam/tumpul. Ayu Ratnasari seorang bocah berusia enam tahun terkena peluru nyasar di kepala.

Bagaimana nasib penyelesaian kasus ini? “Inilah yang ingin kami dorong. Pemerintah harus berani mengambil terobosan hukum untuk memecah kebuntuan penafsiran Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM,” kata Indro.

Seperti diketahui, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia telah menyatakan bahwa peristiwa Trisakti-Semanggi I dan II merupakan pelanggaran HAM berat. Namun, berkas penyelidikan Komnas HAM selalu dikembalikan Kejaksaan Agung dengan alasan kewenangan untuk merekomendasikan pengadilan HAM ad hoc ada di DPR.

MBK
Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network

Baca Juga :

Mengingat Peristiwa Tragedi Semanggi 1 1998

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: