Beranda > Baca Aja, CurHat, Info, Penyakit > Gondongan / Mumps / Parotitis

Gondongan / Mumps / Parotitis

Udah lama mo nulis ini, baru kesampean nih :p

Satu bulan lalu, tepatnya hari minggu, 3 Mei 2009 saya terkena penyakit Gondongan, atau istilah kerennya Mumps / Parotitis. gondonganJiah…udah gede gini masih kena Gondongan??? Begitu ledek teman2 saya. Ga tau nih, saya sendiri juga bingung..kok bisa kena ni penyakit. Kaya’nya gara2 ngetawain neng Selly nih…*kualat* karena dia 2 bulan lalu juga kena ni penyakit…qeqeqeqeqe

Diminggu pagi masih sehat segar bugar (wong malam minggunya masih nonton & kumpul2 ampe pagi sama anak2 BJ), trus minggu siang ke kawinan temen..nah pulang dari kawinan tuh kok rasanya pusing, lemah letih lesu *loh..ini mah gejala kurang darah ya??:p* emang ga enak gitu deh rasanya..kepala berat banget, ampe mata berair panas. Pulang kerumah naek motor pelan2 dan hati2 banget…padahal kondisi jalanan panas nyengat, wah…berantakan deh rasanya!DSC00415

Ampe rumah langsung bobo’an.. bangun2 kok tenggorokan sakit..dan ibu saya melihat agak benjol. Yak..itulah..positif deh saya kena Gondongan di minggu malam. Huhuhu… ampe susah tidur… pusing, panas, sakit tenggorokan, mual pula!DSC00416
Hari senin ke dokter, eh malah diketawain sama dokternya. Cuma dikasih 3 jenis obat : antibiotik, penurun panas sama ..apalagi ya gw lupa, wejangannya cuma jangan kena angin, kalo bisa dikamar/rumah aja, takutnya nular.

Saya baru tahu kalau Gondongan ini karena virus, jadi bukan karena bakteri. Dan pengobatannya ternyata dari tubuh kita sendiri, jadi seberapa besar daya tahan tubuh kita, maka itu akan berangsur-angsur hilang dengan sendirinya. Jadi penggunaan obat anti biotik dan obat penurun panas itu bukan mematikan virusnya, tapi untuk menghentikan gejala demam, ga enak badan, dan efek2 yang ditimbulkannya.

Iseng2 ngebrowsing dan dapat info lengkapnya :
http://www.infopenyakit.com/2008/10/penyakit-gondongan-mumps-atau-parotitis

Penyakit Gondongan (Mumps atau Parotitis) adalah suatu penyakit menular dimana sesorang terinfeksi oleh virus (Paramyxovirus) yang menyerang kelenjar ludah (kelenjar parotis) di antara telinga dan rahang sehingga menyebabkan pembengkakan pada leher bagian atas atau pipi bagian bawah.

Penyakit gondongan tersebar di seluruh dunia dan dapat timbul secara endemic atau epidemik, Gangguan ini cenderung menyerang anak-anak yang berumur 2-12 tahun. Pada orang dewasa, infeksi ini bisa menyerang testis (buah zakar), sistem saraf pusat, pankreas, prostat, payudara dan organ lainnya.

Adapun mereka yang beresiko besar untuk menderita atau tertular penyakit ini adalah mereka yang menggunakan atau mengkonsumsi obat-obatan tertentu untuk menekan hormon kelenjar tiroid dan mereka yang kekurangan zat Iodium dalam tubuh.

Penularan Penyakit Gondongan
Penyakit Gondong (Mumps atau Parotitis) penyebaran virus dapat ditularkan melalui kontak langsung, percikan ludah, bahan muntah, mungkin dengan urin. Virus dapat ditemukan dalam urin dari hari pertama sampai hari keempat belas setelah terjadi pembesaran kelenjar.

Penyakit gondongan sangat jarang ditemukan pada anak yang berumur kurang dari 2 tahun, hal tersebut karena umumnya mereka masih memiliki atau dilindungi oleh anti bodi yang baik. Seseorang yang pernah menderita penyakit gondongan, maka dia akan memiliki kekebalan seumur hidupnya.

Tanda dan Gejala Penyakit Gondongan
Tidak semua orang yang terinfeksi oleh virus Paramyxovirus mengalami keluhan, bahkan sekitar 30-40% penderita tidak menunjukkan tanda-tanda sakit (subclinical). Namun demikian mereka sama dengan penderita lainnya yang mengalami keluhan, yaitu dapat menjadi sumber penularan penyakit tersebut.

Masa tunas (masa inkubasi) penyakit Gondong sekitar 12-24 hari dengan rata-rata 17-18 hari. Adapun tanda dan gejala yang timbul setelah terinfeksi dan berkembangnya masa tunas dapat digambarkan sdebagai berikut :

Pada tahap awal (1-2 hari) penderita Gondong mengalami gejala: demam (suhu badan 38.5 – 40 derajat celcius), sakit kepala, nyeri otot, kehilangan nafsu makan, nyeri rahang bagian belakang saat mengunyah dan adakalanya disertai kaku rahang (sulit membuka mulut).
Selanjutnya terjadi pembengkakan kelenjar di bawah telinga (parotis) yang diawali dengan pembengkakan salah satu sisi kelenjar kemudian kedua kelenjar mengalami pembengkakan.
Pembengkakan biasanya berlangsung sekitar 3 hari kemudian berangsur mengempis.
Kadang terjadi pembengkakan pada kelenjar di bawah rahang (submandibula) dan kelenjar di bawah lidah (sublingual). Pada pria akil balik adalanya terjadi pembengkakan buah zakar (testis) karena penyebaran melalui aliran darah.

Diagnosis Penyakit Gondongan (Mumps atau Parotitis)
Diagnosis ditegakkan bila jelas ada gejala infeksi parotitis epidemika pada pemeirksaan fisis, termasuk keterangan adanya kontak dengan penderita penyakit gondong (Mumps atau Parotitis) 2-3 minggu sebelumnya. Selain itu adalah dengan tindakan pemeriksaan hasil laboratorium air kencing (urin) dan darah.

Pemeriksaan Laboratorium
Disamping leucopenia dengan limfosiotsis relative, didapatkan pula kenaikan kadar amylase dengan serum yang mencapai puncaknya setelah satu minggu dan kemudian menjadi normal kembali dalam dua minggu.

Jika penderita tidak menampakkan pembengkakan kelenjar dibawah telinga, namun tanda dan gejala lainnya mengarah ke penyakit gondongan sehingga meragukan diagnosa. Dokter akan memberikan order untuk dilakukannya pemeriksaan lebih lanjut seperti serum darah. Sekurang-kurang ada 3 uji serum (serologic) untuk membuktikan spesifik mumps antibodies: Complement fixation antibodies (CF), Hemagglutination inhibitor antibodies (HI), Virus neutralizing antibodies (NT).

Komplikasi Akibat Penyakit Gondongan
Hampir semua anak yang menderita gondongan akan pulih total tanpa penyulit, tetapi kadang gejalanya kembali memburuk setelah sekitar 2 minggu. Keadaan seperti ini dapat menimbulkan komplikasi, dimana virus dapat menyerang organ selain kelenjar liur. Hal tersebut mungkin terjadi terutama jika infeksi terjadi setelah masa pubertas.

Dibawah ini komplikasi yang dapat terjadi akibat penanganan atau pengobatan yang kurang dini :

Orkitis ; peradangan pada salah satu atau kedua testis. Setelah sembuh, testis yang terkena mungkin akan menciut. Jarang terjadi kerusakan testis yang permanen sehingga terjadi kemandulan.

Ovoritis : peradangan pada salah satu atau kedua indung telus. Timbul nyeri perut yang ringan dan jarang menyebabkan kemandulan.

Ensefalitis atau meningitis : peradangan otak atau selaput otak. Gejalanya berupa sakit kepala, kaku kuduk, mengantuk, koma atau kejang. 5-10% penderita mengalami meningitis dan kebanyakan akan sembuh total. 1 diantara 400-6.000 penderita yang mengalami enserfalitis cenderung mengalami kerusakan otak atau saraf yang permanen, seperti ketulian atau kelumpuhan otot wajah.

Pankreatitis : peradangan pankreas, bisa terjadi pada akhir minggu pertama. Penderita merasakan mual dan muntah disertai nyeri perut. Gejala ini akan menghilang dalam waktu 1 minggu dan penderita akan sembuh total.

Peradangan ginjal bisa menyebabkan penderita mengeluarkan air kemih yang kental dalam jumlah yang banyak

Peradangan sendi bisa menyebabkan nyeri pada satu atau beberapa sendi.

Pengobatan Penyakit Gondongan
Pengobatan ditujukan untuk mengurangi keluhan (simptomatis) dan istirahat selama penderita panas dan kelenjar (parotis) membengkak. Dapat digunakan obat pereda panas dan nyeri (antipiretik dan analgesik) misalnya Parasetamol dan sejenisnya, Aspirin tidak boleh diberikan kepada anak-anak karena memiliki resiko terjadinya sindroma Reye (Pengaruh aspirin pada anak-anak).

Pada penderita yang mengalami pembengkakan testis, sebaiknya penderita menjalani istirahat tirah baring ditempat tidur. Rasa nyeri dapat dikurangi dengan melakukan kompres Es pada area testis yang membengkak tersebut. Sedangkan penderita yang mengalami serangan virus apada organ pancreas (pankreatitis), dimana menimbulkan gejala mual dan muntah sebaiknya diberikan cairan melalui infus.

Pemberian kortikosteroid selama 2-4 hari dan 20 ml convalescent gammaglobulin diperkirakan dapat mencegah terjadinya orkitis. Terhadap virus itu sendiri tidak dapat dipengaruhi oleh anti mikroba, sehingga Pengobatan hanya berorientasi untuk menghilangkan gejala sampai penderita kembali baik dengan sendirinya.

Penyakit gondongan sebenarnya tergolong dalam “self limiting disease” (penyakit yg sembuh sendiri tanpa diobati). Penderita penyakit gondongan sebaiknya menghindarkan makanan atau minuman yang sifatnya asam supaya nyeri tidak bertambah parah, diberikan diet makanan cair dan lunak.

Jika pada jaman dahulu penderita gondongan diberikan blau (warna biru untuk mencuci pakaian), sebenarnya itu secara klinis tidak ada hubungannya. Kemungkinan besar hanya agar anak yang terkena penyakit Gondongan ini malu jika main keluar dengan wajah belepotan blau, sehingga harapannya anak tersebut istirahat dirumah yang cukup untuk membantu proses kesembuhan.

Pencegahan Penyakit Gondongan (Mumps/Parotitis)
Pemberian vaksinasi gondongan merupakan bagian dari imunisasi rutin pada masa kanak-kanak, yaitu imunisasi MMR (mumps, morbili, rubela) yang diberikan melalui injeksi pada usia 15 bulan.

Imunisasi MMR dapat juga diberikan kepada remaja dan orang dewasa yang belum menderita Gondong. Pemberian imunisasi ini tidak menimbulkan efek apanas atau gejala lainnya. Cukup mengkonsumsi makanan yang mengandung kadar Iodium, dapat mengurangi resiko terkena serangan penyakit gondongan.

Sepulang dari dokter, mau makan..ga’ bisa mangap. Yang ada makannya bubur melulu, mulai dari bubur bayi, bubur ayam, bubur kacang ijo ketan item, bubur sumsum…makanpun terpaksa pake sedotan! Duh kalo kaya’ gini jadi inget sehat…

Ibu saya pun mulai ribut untuk mengobati saya dengan Blau & cuka yang nanti dioleskan di tempat Gondongan itu. padahal itu hanya sugesti ya, tapi saya inget jaman kecil, anak2 dikasih itu kalo kena Gondongan itu dan pasti sembuh.. ya iyalah, wong penyakit Gondongan sembuh dengan sendirinya:-D Saya ya nurut saja… titah sang ibu yang sayang dengan anaknya…I love u mom!

Untungnya jaman sekarang udah canggih ya, meskipun saya hanya dikamar, saya tetap bisa berhubungan dengan dunia luar melaui Facebook:-). Total saya ga masuk kerja seminggu lebih 2 hari. Rasanya udah boring banget, ga ngapa2in dan ga bisa makan… huhuhu…
Dan dihari Rabu, saya sudah mulai kerja kembali.

  1. Loli
    Juli 27, 2009 pukul 3:43 am

    Lam kenal, iya nh sy lg kena gondongan. Tp dktrñ g mw blg gondongan, blgñ pembengkakan kelenjar. G bs kmana2 takut nularin org. Makan bu2r mulu mana ada gizi nya. Punya saran ga?

    @Loli:
    Salam kenal juga…
    cepet sembuh ya jeung🙂
    iya jangan kemana2 dulu..
    emang ga enak… yang sabar ya…🙂
    ga tau juga musti makan apa lagi selain bubur2an itu.. abis percuma juga, rasanya berantakan juga..hehe..
    yang lain ada saran?

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: