Arsip

Archive for the ‘Poems’ Category

Kemana dia pergi?

Desember 29, 2009 1 komentar

Kemana dia pergi?

Mengapa tak dapat kurasakan hangatnya?

Mengapa tak dapat kurasakan dinginnya?

tawa…..tangis…..bahagia…..duka…

berusaha untuk mencarinya, tapi dia tak kunjung datang

mencoba untuk melupakannya, sampai tidak bisa diraih lagi

tapi aku ingin seperti kalian

yang bisa bersama dia

merasakan segala perasaan

ekspresi dan emosi terpendam ataupun diungkapkan

dia tidak bisa hadir, bukan karena ku menolaknya

bukan karena ku membencinya

dia tak bisa hadir, bukan karena ku menerimanya

bukan karena ku mencintainya

Ijinkan aku memiliki dia lagi

agar dapat kubingkai dalam hati

larangan, 01.26, 301209

Iklan
Kategori:Baca Aja, CurHat, Poems Tag:,

Tak tentu arah

September 9, 2009 Tinggalkan komentar

Terasa seperti deburan ombak yang berkali-kali mencoba meraih pantai tetapi selalu terhempas

Berjalan dikegelapan malam tanpa arah tujuan mencari secercah cahaya yang tak kunjung dapat

Tertawa diantara gelak canda teman kerabat tapi hampa tak berwujud

Menanti jawaban yang terombang ambing dan terus menanti walaupun akhirnya meranaconfuse

Menangis tersedu sedan diantara linangan air mata tanpa henti

Mencari kedalam benak yang terdalam diantara pikiran-pikiran yang mengganggu

Bermimpi indah ditemani malaikat dan kupu-kupu tanpa ingin terbangun lagi

Kategori:CurHat, Poems Tag:,

Mengapa?

April 14, 2008 Tinggalkan komentar

Mengapa tak kau matikan saja akar pohon cintanya, agar dia meranggas dan lalu mati?

Mengapa tak kau padamkan saja lilin di jiwanya, agar gelap gulita menjadi jawabannya?

Mengapa tak kau hiraukan teriakan menggemanya hingga kau dapat merasakan itu merasuk relung hatimu?

Mengapa kau biarkan dia merasakan segala perasaan yang membuatnya terjatuh dan bangun kembali seolah menjadi hal yang biasa?

Tng, 01.30 AM, 14/04/08

Kategori:CurHat, Poems Tag:

I love U………………………..

I don’t love you as if you were the salt-rose, topaz, or arrow of carnations that propagate fire.

I love you as certain dark things are love, secretly, between the shadow and the soul.

 

I love you as the plant that doesn’t bloom and carries hidden within itself the light of those flowers,

and thanks to your love, darkly in my body lives the dense fragrance that rises from the earth.

I love you without knowing how, or when, or from where.

I love you simply, without problems or pride.

I love you in this way because I don’t know any other way of loving

 

(Pablo Neruda Sonnet XVII)

 

Dia Bukan Kamu

Februari 8, 2008 Tinggalkan komentar

Tadi aku melihat kamu

Tapi dalam bentuk yang lain

Tadi aku menyapamu

Tapi tidak dengan cara yang dulu

Tadi kita berbincang

Tapi perasaan terasa semu

Sungguh sosok itu begitu nyata

Tatapan itu seperti aku mengenalnya

Bahkan setiap lekukan diwajahnya

Tutur katanya begitu serupa

Adakah dia tahu bahwa aku ‘melihatmu’?

Adakah kamu tahu bahwa aku melihatmu dalam dirinya?

Aku takut semakin mendalam

Aku takut semakin mendera

Karena aku tahu, dia bukan dirimu

Kategori:Baca Aja, CurHat, Poems Tag:,

Melewati jalan itu beberapa waktu lalu

November 16, 2007 Tinggalkan komentar

 

Melewati jalan itu beberapa waktu lalu

Seakan ingatan lama terkuak muncul kembali

Padahal sudah ku kubur dalam-dalam di lembah terdalam

Apakah ada firasat yang tepat untuk menggambarkan?

Atau hanya sepenggal kenangan yang tersimpan di suatu ruang hati?

Melewati jalan itu beberapa waktu lalu

Diriku tersenyum sendiri beberapa saat lamanya

Kenangan memang akan selalu ada

Dan bagaimana cara kita menyikapinya

%d blogger menyukai ini: