Arsip

Archive for the ‘Presiden’ Category

Hari Pemungutan Suara adalah Hari Libur Nasional

pemiluPemerintah pada tgl 4 Juli 2009 telah mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) nomor 17 tahun 2009 tentang penetapan hari pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 8 Juli 2009 sebagai hari libur nasional.

Hal ini sesuai dengan Pasal 3 ayat (3) Undang-Undang Nomor 42 tahun 2008 tentang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden.

Berikut ini Petikan Keppres Nomor 17 tahun 2009

Iklan
Kategori:Info, Presiden Tag:,

Pesan SMS Anti Narkoba Dari Presiden RI di Hari Sumpah Pemuda 2008

Oktober 29, 2008 2 komentar

Tgl 28 Oktober 2008 jam 19:27:55 Ponsel berbunyi. “1 message received”. Klik, buka inbox. hpHuaa….dari PRESIDEN RI????. Siapa nih yang iseng?

 

Saya buka pesannya :

Narkoba menghancurkan masa depan generasi muda. Berhenti menggunakan narkoba sekarang juga. Jangan biarkan masa depan kalian gelap dan tanpa harapan.

Sender : PRESIDEN RI.

Message centre : +62818445009 ini punya XL nih.

 

Baca selanjutnya…

Selamat Jalan Pak Harto…

Januari 28, 2008 Tinggalkan komentar

Innalillahi wa inna ilaihi roji’un.

Indonesia dikejutkan dengan berita duka telah berpulangnya salah seorang putra terbaik bangsanya.  Pada hari minggu, 27 Januari 2008 pukul 13.10 WIB di RS Pertamina, setelah dirawat selama 24 hari, Jendral Besar (purn) H. Muhammad Soeharto, mantan Presiden RI yang ke 2,  dipanggil Sang Kuasa karena komplikasi penyakit yang dideritanya. Beliau meninggalkan 6 orang anak yang telah menikah, sejumlah cucu, dan sejumlah cicit.

Semua media cetak berlomba-lomba untuk mendapatkan berita terbaik. “Breaking news” begitu headline2 yang terpampang di media elektronik dan cetak. Sosok Pak Harto memang melekat kuat dalam benak kita. Disaat pro & kontra mengenai keadaannya yang harus mempertanggung jawabkan atas semua yang pernah dilakukannya, Pak Harto tetaplah manusia biasa juga.

Lihatlah betapa banyak masyarakat yang ingin menyaksikan dari dekat kepergian “The Smiling General” tersebut. Meskipun mereka dibatasi dari pagar kediaman  (dan pada akhirnya diperbolehkan untuk masuk 10 orang -10 orang untuk dapat melihat walaupun dari jauh), menandakan bahwa beliau masih sangat dicintai oleh masyarakat Indonesia. Sepanjang jalan dari mulai kediaman, jalan menuju Bandara Halim Perdana Kusuma, hingga tiba di Bandara Adi Sumarmo, Solo, dan sampai ke Astana Giribangun, tempat peristirahatan terakhirnya…. ratusan orang berbaris ingin melihat dari dekat dan seolah memberikan lambaian terakhir baginya.

Banyak yang berkata, semasa Beliau hidup, keadaan lebih baik daripada sekarang. Pendidikan tidak mahal, keamanan terjamin, perekonomian tidak terpuruk seperti sekarang ini.

Ah… kita memang tidak bisa kembali ke masa lalu. Yang bisa adalah belajar dari masa lalu itu menuju yang lebih baik……. 

Hujan angin kemarin -Yudho&Kolo?

November 15, 2007 1 komentar

Kemarin itu tak seperti biasanya, biasanya duduk manis di meja, ga pernah kemana2 hehe saya ‘mengawal’ bu Jeanne untuk tugas kantor ke daerah Tanjung Priok.

Dari kantor jam 12.30 siang di Bintaro cuaca cukup bersahabat, matahari bersinar cerah. Kita berdua pun berharap tidak ada kejadian yang akan menghalangi perjalanan kita *uhuhu.. bahasanya…**. Lewat tol, lurus dan lurus… pondok aren, pondok indah, tengah kota menuju cawang, arah tanjung priok. Di tol Gatot Subroto terlihat langit mulai mendung… dan semakin mendung, dan… hujan deras akhirnya mengguyur ibu kota.

Kita masih berada di atas tol Ahmad Yani (?), pokoknya dari atas tuh kelihatan gedung Otorita Batam, hujan turun semakin deras, kilat menyambar-nyambar, dan angin tuh kuenceng banget, soalnya pohon2 kelihatan goyangannya..aduh..syerem banget!! Supir taxi kita sampai melafazkan ayat kursi, saya dan bu Jeanne juga masing2 berdoa sambil liat2an… Mobil2 jalan lambat sekali dengan menyalakan lampu hazard. Jalanan hampir tidak kelihatan! Sempat melihat taxi yang berhenti dipinggir kanan jalan, masih menyalakan lampu hazard, setelah kita melewati taxi tersebut, ternyata bagian depannya ringsek! Mungkin menabrak sesuatu, tapi belum sempat diderek sehingga membuat jalan tersendat. Sekitar 10 menit berada dalam situasi seperti itu, lambat laun hujan reda, dan sampai di tanjung priok hanya rintik2 kecil. Thanks God!

1.45 siang, masuk dalam gedung, menunggu sebentar, jam 2 siang meeting dimulai, selesai pukul 3 sore. Sempat berbincang dengan peserta meeting yang lain, katanya di HI ada baliho iklan yang roboh. Ada juga salah satu peserta meeting yang tidak bisa datang karena jalanan macet sekali (untung kita lewat tol terus).

Pulang dari tg. priok menuju bintaro, jalan ramelan alias rame lancar, hujan sudah berhenti, dan terlihat aspal jalanan sudah mulai mengering (cepat sekali ya??)Sampai kembali di kantor pukul 16.30 sore. Fuihh… Dapat berita dari teman2, katanya memang hujan sangat deras dan angin kencang sekali. Di daerah Rasuna Said banyak pohon tumbang, dan masih banyak lagi info2 lainnya.

Ternyata oh ternyata…ada angin puting beliung melanda jakarta???

Baca di kapanlagi.com, Suku Dinas Pertamanan Jakarta Pusat mencatat sebanyak tujuh pohon tumbang dan delapan pohon lainnya mengalami sempal, setelah diterjang angin kencang yang disertai hujan pada Rabu (14/11) sore.

Kepala Sudin Pertamanan Jakpus, Gunawan Widoyoko, di Jakarta, Kamis, mengatakan, akibat hujan lebat dan disertai angin kencang pada Rabu sore, banyak pohon di wilayah kerja kami yang tumbang dan sempal.“Kemarin, penyebabnya faktor alam karena kami rutin melakukan pemangkasan pada pohon terutama yang sudah berusia tua,” katanya.

Ketujuh pohon itu yang tumbang, antara lain, berada di Jalan Tambak sebanyak tiga pohon angsana, Jalan Raden Saleh satu pohon bacang, Jalan Besuki satu pohon angsana, Jalan Subang satu pohon tanjung, dan Matraman Dalam satu pohon bacang.Sedangkan pohon yang sempal atau ranting-rantingya patah, yakni, satu pohon karet di Jalan Borobudur yang menimpa pagar salah satu rumah dan kabel telepon, dua pohon angsana di Jalan Raden Saleh, satu pohon angsana di Jalan Besuki, satu pohon beringin di Jalan Amir Hamzah, satu pohon angsana di Jalan Proklamasi, dan dua pohon mahoni di Jalan Latuharhari.

Hmmm… agak OOT nih, apakah ada hubungannya dengan Yudho dan Kolo (lagi)??? 

Ada yang menarik dengan nama pasangan pemimpin bangsa ini, Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla. Kata ‘Yudho’ dan Kalla=Kala=Kolo dalam masyarakat Jawa sungguh berarti.Yudho berarti perang, dimana pasti banyak jatuh korban jiwa dari kedua belah pihak. Sedang Kala adalah musibah, bencana yang juga memakan korban jiwa dan harta, hingga sebagian masyarakat Jawa memandang perlu melakukan ruwatan untuk menghindari sergapan kesialan dari sang Kala.

ruwatan bersama 😛

Waduh…. apakah kita, bangsa Indonesia juga perlu mengadakan ruwatan untuk terhindar dari bencana2 selanjutnya???

Kategori:Baca Aja, CurHat, Presiden, Renungan Tag:
%d blogger menyukai ini: