Arsip

Posts Tagged ‘Cinta’

Dia Bukan Kamu

Februari 8, 2008 Tinggalkan komentar

Tadi aku melihat kamu

Tapi dalam bentuk yang lain

Tadi aku menyapamu

Tapi tidak dengan cara yang dulu

Tadi kita berbincang

Tapi perasaan terasa semu

Sungguh sosok itu begitu nyata

Tatapan itu seperti aku mengenalnya

Bahkan setiap lekukan diwajahnya

Tutur katanya begitu serupa

Adakah dia tahu bahwa aku ‘melihatmu’?

Adakah kamu tahu bahwa aku melihatmu dalam dirinya?

Aku takut semakin mendalam

Aku takut semakin mendera

Karena aku tahu, dia bukan dirimu

Iklan
Kategori:Baca Aja, CurHat, Poems Tag:,

Cerai????

November 19, 2007 1 komentar

 

Seorang teman bercerita bahwa ia merasa tidak cocok lagi dengan istrinya dan akan segera mengurus perceraian ke pengadilan.

“Astaghfirullah!” saya berseru, “Kenapa? Mengapa?”

Dan ia pun menceritakan secara mendetail hal dan kejadian yang membuat ia melakukan keputusan tersebut.

“Tapi perceraian itu hal yang paling dibenci Allah, dan apakah kamu tidak kasihan dengan anak2?”

“Yah, apa boleh buat, mungkin ini jalan yang terbaik.”

“Terbaik bagi siapa? Bagaimana dengan istri kamu? Kok saya merasa seperti nonton sinetron2 itu ya? Maaf kalau saya banyak bertanya dan berkomentar, tapi apa kamu melupakan janji yang diucapkan pada saat menikah dulu?”

“Sudahlah, saya bercerita ini agar saya merasa sedikit lepas beban saya, bukan untuk dinasehati. Ayo makan lagi, dari dulu kamu kan makannya banyak tapi ga’ pernah gemuk.”

Aahhh….. Saya tidak tahu apakah saya harus bersedih atau bergembira akan hal ini. Jauh dilubuk hati saya masih mencintainya **dengan cara saya sendiri**, tapi saya sudah merelakan dia untuk bersama dengan yang lain, bukan bersama saya.

Situasi seperti ini tidak saya inginkan! Bagi saya, pernikahan adalah sesuatu yang sangat sakral, sekali dalam seumur hidup. Tidak boleh ada rasa bosan dan tidak cocok. Jika rasa bosan dan tidak cocok datang, siramlah dengan cinta dari kedua belah pihak, suami dan istri. Buat apa kita berkomitmen dihadapan Tuhan jika kemudian kita melanggarnya?

Point saya untuknya berkurang jauh. Dulu saya nilai tinggi untuk segalanya. Saya tidak melihat kekurangan2 yang ada padanya. Sekarang? Menurun drastis!

Tapi seperti kata dia, “Kamu tidak bisa men-judge saya seperti ini, karena kamu belum mengalami dan merasakan apa yang saya alami dalam perkawinan tersebut.”

Saya hanya bisa terdiam.

Melewati jalan itu beberapa waktu lalu

November 16, 2007 Tinggalkan komentar

 

Melewati jalan itu beberapa waktu lalu

Seakan ingatan lama terkuak muncul kembali

Padahal sudah ku kubur dalam-dalam di lembah terdalam

Apakah ada firasat yang tepat untuk menggambarkan?

Atau hanya sepenggal kenangan yang tersimpan di suatu ruang hati?

Melewati jalan itu beberapa waktu lalu

Diriku tersenyum sendiri beberapa saat lamanya

Kenangan memang akan selalu ada

Dan bagaimana cara kita menyikapinya

Walking w/ Snail

November 9, 2007 Tinggalkan komentar

Dari milis tetangga, semoga dapat diambil hikmahnya

Tuhan memberiku sebuah tugas,
yaitu membawa keong  jalan-jalan.
Aku tak dapat jalan terlalu cepat,
keong sudah berusaha  keras merangkak,
Setiap kali hanya beralih sedemikian sedikit

Aku  mendesak, menghardik, memarahinya,
Keong memandangku dengan pandangan meminta-maaf,
Serasa berkata : “aku sudah berusaha dengan segenap tenaga !”
Aku menariknya, menyeret, bahkan menendangnya, keong  terluka.
Ia mengucurkan keringat, nafas tersengal-sengal, merangkak ke  depan.
Sungguh aneh, mengapa Tuhan memintaku mengajak seekor keong berjalan-jalan.
 Ya Tuhan! Mengapa?

Langit sunyi-senyap
Biarkan saja keong merangkak didepan,

aku kesal dibelakang.
Pelankan langkah, tenangkan hati…

Oh? Tiba-tiba  tercium aroma bunga,
ternyata ini adalah sebuah taman bunga.
Aku rasakan  hembusan sepoi angin,
ternyata angin malam demikian lembut.

Ada lagi!  Aku dengar suara kicau
burung, suara dengung cacing.
Aku lihat langit  penuh bintang cemerlang.

Oh?

Mengapa dulu tidak rasakan semua ini?
Barulah aku teringat,
Mungkin aku telah salah menduga!

Ternyata  Tuhan meminta keong menuntunku jalan-jalan sehingga aku dapat
mamahami  dan merasakan keindahan taman ini yang tak pernah kualami kalo
aku berjalan sendiri dengan cepatnya.

 “He’s here and with me for a  reason”

Saat bertemu dengan orang yang benar-benar engkau  kasihi,
Haruslah berusaha memperoleh kesempatan untuk bersamanya seumur  hidupmu.
Karena ketika dia telah pergi, segalanya telah terlambat.

Saat bertemu teman yang dapat dipercaya,
rukunlah  bersamanya.
Karena seumur hidup manusia,
teman sejati tak mudah ditemukan.

Saat bertemu penolongmu,
Ingat untuk bersyukur padanya.
Karena ialah yang mengubah hidupmu

Saat bertemu orang yang  pernah kau cintai,
Ingatlah dengan tersenyum untuk berterima-kasih.
Karena ia lah orang yang membuatmu lebih mengerti tentang  kasih.

Saat bertemu orang yang pernah kau benci,
Sapalah dengan  tersenyum.
Karena ia membuatmu semakin teguh/kuat.

Saat bertemu orang yang pernah mengkhianatimu,
Baik-baiklah berbincanglah  dengannya.
Karena jika bukan karena dia,
Hari ini engkau tak memahami  dunia ini.

Saat bertemu orang yang pernah diam-diam kau cintai,
Berkatilah dia.
Karena saat kau mencintainya,
Bukankah berharap ia bahagia?

Saat bertemu orang yang  tergesa-gesa meninggalkanmu,
Berterima-kasihlah bahwa ia pernah ada dalam hidupmu.
Karena ia adalah bagian dari nostalgiamu

Saat bertemu orang yang pernah salah-paham padamu,
Gunakan saat tersebut untuk menjelaskannya.
Karena engkau  mungkin hanya punya satu kesempatan itu saja untuk
menjelaskan.

Saat  bertemu orang yang saat ini menemanimu seumur hidup,
Berterima-kasihlah  sepenuhnya bahwa ia mencintaimu.
Karena saat ini kalian  mendapatkan kebahagiaan dan cinta sejati

Dapatkah kau lari dari kenyataan cinta?

November 1, 2007 Tinggalkan komentar


Mencoba untuk tidak memikirkan

Menjauh dari angan-angan

Melupakan semua ingatan

Menapak jalan lurus kedepan

Cinta tidak pernah salah

Yang salah hanyalah waktu

Waktu untuk memulai cinta

Waktu untuk menghentikan cinta

Dengan siapa cinta itu datang

Dengan siapa cinta itu pergi

Ketika kenyataan cinta itu manis

Kau ingin berada selamanya

Ketika kenyataan cinta itu pahit

Kau ingin berlari menjauh

Dan kini, apakah kau akan terus berlari dari kenyataan cinta, tanpa harus menghadapinya?

Kategori:Baca Aja, CurHat Tag:,
%d blogger menyukai ini: