Arsip

Posts Tagged ‘Penyakit’

Gondongan / Mumps / Parotitis

Juni 5, 2009 1 komentar

Udah lama mo nulis ini, baru kesampean nih :p

Satu bulan lalu, tepatnya hari minggu, 3 Mei 2009 saya terkena penyakit Gondongan, atau istilah kerennya Mumps / Parotitis. gondonganJiah…udah gede gini masih kena Gondongan??? Begitu ledek teman2 saya. Ga tau nih, saya sendiri juga bingung..kok bisa kena ni penyakit. Kaya’nya gara2 ngetawain neng Selly nih…*kualat* karena dia 2 bulan lalu juga kena ni penyakit…qeqeqeqeqe

Diminggu pagi masih sehat segar bugar (wong malam minggunya masih nonton & kumpul2 ampe pagi sama anak2 BJ), trus minggu siang ke kawinan temen..nah pulang dari kawinan tuh kok rasanya pusing, lemah letih lesu *loh..ini mah gejala kurang darah ya??:p* emang ga enak gitu deh rasanya..kepala berat banget, ampe mata berair panas. Pulang kerumah naek motor pelan2 dan hati2 banget…padahal kondisi jalanan panas nyengat, wah…berantakan deh rasanya!DSC00415

Ampe rumah langsung bobo’an.. bangun2 kok tenggorokan sakit..dan ibu saya melihat agak benjol. Yak..itulah..positif deh saya kena Gondongan di minggu malam. Huhuhu… ampe susah tidur… pusing, panas, sakit tenggorokan, mual pula!DSC00416
Hari senin ke dokter, eh malah diketawain sama dokternya. Cuma dikasih 3 jenis obat : antibiotik, penurun panas sama ..apalagi ya gw lupa, wejangannya cuma jangan kena angin, kalo bisa dikamar/rumah aja, takutnya nular.

Saya baru tahu kalau Gondongan ini karena virus, jadi bukan karena bakteri. Dan pengobatannya ternyata dari tubuh kita sendiri, jadi seberapa besar daya tahan tubuh kita, maka itu akan berangsur-angsur hilang dengan sendirinya. Jadi penggunaan obat anti biotik dan obat penurun panas itu bukan mematikan virusnya, tapi untuk menghentikan gejala demam, ga enak badan, dan efek2 yang ditimbulkannya.
Baca selanjutnya…

Kolesterol

November 23, 2007 Tinggalkan komentar

 

Apa Itu Kolesterol?

Kata Kolesterol sudah sering kita dengar sehari-hari. Kata kolesterol sangat melekat dengan hal-hal seputar makanan yang lezat, berat badan yang berlebihan, usia, dan lain sebagainya. Kolesterol cenderung dikenal sebagai sesuatu yang negatif dan harus kita hindari.

Apa kolesterol sebenarnya?

Kolesterol adalah senyawa lemak kompleks, yang 80% dihasilkan dari dalam tubuh (organ hati) dan 20% sisanya dari luar tubuh (zat makanan) untuk bermacam-macam fungsi di dalam tubuh, antara lain membentuk dinding sel.

Kolesterol yang berada dalam zat makanan yang kita makan dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Tetapi, sejauh pemasukan ini seimbang dengan kebutuhan, tubuh kita akan tetap sehat.

Kolesterol tidak larut dalam cairan darah, untuk itu agar dapat dikirim ke seluruh tubuh perlu dikemas bersama protein menjadi partikel yang disebut Lipoprotein, yang dapat dianggap sebagai ‘pembawa’ (carier) kolesterol dalam darah

Apakah kolesterol berbahaya?

Kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein)
Jenis kolesterol ini berbahaya sehingga sering disebut juga sebagai kolesterol jahat. Kolesterol LDL mengangkut kolesterol paling banyak didalam darah. Tingginya kadar LDL menyebabkankan pengendapan kolesterol dalam arteri. Kolesterol LDL merupakan faktor risiko utama
penyakit jantung koroner sekaligus target utama dalam pengobatan.

Kolesterol HDL (High Density Lipoprotein).
Kolesterol ini tidak berbahaya. Kolesterol HDL mengangkut kolesterol lebih sedikit dari LDL dan sering disebut kolesterol baik karena dapat membuang kelebihan kolesterol jahat di pembuluh darah arteri kembali ke hati, untuk diproses dan dibuang. HDL mencegah kolesterol mengendap di arteri dan melindungi pembuluh darah dari proses Aterosklerosis (terbentuknya plak pada dinding pembuluh darah).

Trigliserida
Selain LDL dan HDL, yang penting untuk diketahui juga adalah Trigliserida, yaitu satu jenis lemak yang terdapat dalam darah dan berbagai organ dalam tubuh. Meningkatnya kadar trigliserida dalam darah juga dapat meningkatkan kadar kolesterol. Sejumlah faktor dapat mempengaruhi kadar trigliserida dalam darah seperti kegemukan, konsumsi alkohol, gula, dan makanan berlemak.

Tingginya kadar trigliserida (TG) dapat dikontrol dengan diet rendah karbohidrat.

(sumber : http://www.pedulikolesterol.com)

%d blogger menyukai ini: