Arsip

Posts Tagged ‘Yamaha Nouvo’

Motor Mogok, didorong = Disetut (Terimakasih SINYO!)

Mei 21, 2008 1 komentar

Pada hari rabu minggu kemarin saya mendapat tugas jaga di daerah Sudirman, tepatnya di Hotel Aryaduta Suites Semanggi, Jakarta. Siang harinya saya teringat ada miscall dari sahabat jaman kuliah, Tessa. Saya pun menghubungi dia. Disepakati saya, Tessa, Rina dan Asti bertemu di Plaza Senayan sehabis pulang kantor.

Jam 5 sore acara selesai, saya mengemasi barang2 dan segera meluncur ke Plaza Senayan. Dikolong Semanggi tiba2 motor saya mogok! Huaduuh…ada apa ini.. ada apa ini *gaya indra birowo goyang2in kepala di acara extravaganza*. Posisi saya sedang ditengah, kontan orang2 mengklakson karena kaget, untung saya ga ditabrak. Sayapun segera menepikan motor kekiri. Motor kembali saya coba nyalakan… tidak berhasil, berulang2 saya utak-atik, ga ada hasil. Saya diam sejenak… menarik nafas, dan mencoba menelfon teman. Oki, anak Jakarta Matic Club (sampai sekarang masih menjabat sebagai ketua walaupun sepertinya pergerakan Jakmac sudah semakin melemah). Menurut dia mungkin karburatornya, tapi dia tidak bisa menolong saya karena posisinya sedang berada di bengkel, jauh dari Sudirman. Baca selanjutnya…

Yamaha Nouvo VS Suzuki Spin

Maret 19, 2008 8 komentar

Hehe… tertarik membaca judul diatas??

Bukan.. bukan karena ingin membandingkan berdasarkan merek, tapi…. karena saya pemakai Yamaha Nouvo, dan kemudian juga memakai Suzuki Spin. Jadi… mari kita lihat perbedaan di spesifikasinya terlebih dahulu

SPESIFIKASI Yamaha Nouvo Suzuki Spin
DIMENSI
Panjang Keseluruhan : 1.935 mm 1.859 mm
Lebar Keseluruhan : 675 mm 654 mm
Tinggi keseluruhan : 1.070 mm 1.046 mm
Jarak Antara As Roda : 1.280 mm 1.244 mm
Jarak Terendah Ke Tanah : 135 mm 145 mm
Berat Kosong : 96 kg 93 Kg
Tinggi tempat duduk : 755 mm
MESIN
Jenis : 4 langkah, SOHC 4 Langkah, Pendingin Udara, SOHC
Jumlah : 1 (satu)
Diameter Silinder : 50.0 mm 53,5 mm
Langkah Piston : 57.9 mm 55,2 mm
Kapasitas Silinder : 113.7 CC 124 CC
Perbandingan Kompresi : 8.8 : 1 9.6 : 1
Daya Maksimum : 8.9 ps / 8.000 rpm 9,5 ps / 7.500 rpm
Torsi Maksimum : 0.88 Kg.m / 7.000 rpm 1.1 Kg.m / 6.500 rpm
Karburator : Mikuni BS 25 Mikuni BS 26
Saringan Udara : Elemen Kertas
Sistem Starter : Listrik dan Engkol (Kick & Electric) Listrik dan Engkol (Kick & Electric)
TRANSMISI
Kopling : Kering, Otomatis, Sentrifugal Kering, Otomatis, Sentrifugal
Perbandingan Reduksi : Variabel Perubahan (2.700-0.825)
Perbandingan Reduksi Akhir : 9.367 (46/17 x 45/13)
Sistem Penggerak : V-Belt Otomatis V-Belt Otomatis
RANGKA
Suspensi Depan : Teleskopik Teleskopik, Pegas Spiral, Bantalan Oli
Suspensi Belakang : Unit Swing Lengan Ayun, Pegas Spiral, Bantalan Oli
Radius Putar : 1,9 m
Rem Depan : Cakram Hidrolis Cakram Hidrolis
Rem Belakang : Tromol Tromol
Ukuran Roda Depan : 70/90 – 16 36P 70/90 – 14 M/C 34P
Ukuran Roda Belakang : 80/90 – 16 43P 80/90 – 14 M/C 40P
SISTEM LISTRIK
Sistem Pengapian : DC-CDI CD-CDI
Busi : CR7HSA/U22FSR-U NGK CR6HSA / DENSO U20FSR-U
Accu : 12V 12V 12.6 KC (3.5Ah)/10HR
KAPASITAS
Bahan Bakar Premium Pertamax
Tangki Bahan Bakar : 4,9 Liter 3,7 Liter
Oli Mesin : 1.000 ml
Oli Reduksi Roda Gigi : 100 ml

31/01/08 : Ban Depan Bocor

Februari 1, 2008 Tinggalkan komentar

Selamat pagi!

Pagi-pagi sudah hujan. Siap-siap untuk berangkat lebih pagi. Benar saja, di “bottle neck” Joglo, mobil & motor berebutan untuk jalan. Apalagi motor-motor yang mengambil jalur kanan dan juga mengambil jalur lawan arah, membuat keadaan tambah semrawut. Saya? Mengambil jalur paling kiri *cari aman*.

Hampir sampai di tujuan, kok kaya’nya motor goyang-goyang ya? Masuk parkiran goyangan tambah hebat. kenapa ya? Aduh… yayang Nouvo-ku kenapa cih? Parkir, lepas semua atribut, liat kaca *narsis mah teteup*, cek motor. Ahhhhhhh!!!! BAN DEPAN KEMPES!!! Gimana nih gimana dong?

Untungnya selalu bawa cadangan ban dalam. Tapi…. nambal dimana nih? Untung ban depan yang bocor. Kalau ban belakang? Susah-susah gampang!

Sekali waktu ban belakang saya kempes (sudah beberapa kali sih… maklum, long way to go, jalur kantor yang dulu ekstrem bo’)

  1. Ban belakang kempes, tapi tidak harus ganti ban dalam. Ini mudah, tidak usah copot knalpot, tinggal ditambal, pasang, dan beres.
  2. Ban belakang kempes, dan ban dalam harus ganti. Nah.. ini yang repot… ada 2 versi nih…
  • Ada tukang tambal ban yang sudah bilang bisa dan bongkar knalpotnya, eh dia akhirnya nyerah karena ga bisa ganti! Knalpot sudah dilepas, dan dipasang lagi karena ga bisa ngganti tuh ban dalem. Parah ga’ sih tuh. Jadi dia hanya tambal tuh ban dalam dan bilang sama saya : “Semoga tambalannya kuat ya Mbak, besok dibawa saja ke bengkel besar untuk ganti ban dalamnya!” Wahhhh… yuk mareee!
  • Tukang tambal ban yang bongkar dan ganti ban dalam. Berhasil!! Tapi… kok kaya’ ga sreg ya hati ini… Satu hari… seminggu ke depan…. ban belakang terasa bergoyang-goyang. Saya cek ke bengkel, dan ternyata : Roda belakang kendor!!! Kata mekaniknya, “Wah mbak, untung pas lagi jalan rodanya ga copot.” What??? perumpamaan yang mengerikan!
  • Bongkar dan ganti ban dalam. Sukses!!! Ga ada masalah *Fuih… akhirnya…*

Nah, berdasarkan pengalaman-pengalaman diatas, saya masih bisa bilang UNTUNG *dasar Jawa*. Kenapa untung? karena yang bocor itu ban depan, jadi bongkarnya lebih gampang. Cuma  masalahnya, dimana ada tambal ban terdekat dari Graha Niaga?

Stengah 6 sore acara selesai, turun ke parkiran, beuh… parkiran masih penuh dengan jejeran motor-motor.  Waduh.. gimana cara ngeluaring motor-kyu diantara “lautan” motor-motor itu ya? Panggil tukang parkirnya dong ah :p

“Mbak, itu bannya bocor ya?”

Baca selanjutnya…

Yamaha Fino

Desember 6, 2007 9 komentar

Kemarin adik saya, Yoga bertanya, “Mbak, tau ga’ Yamaha Fino itu bentuknya kaya’ apa? Di Indonesia dipasarin ga’ sih?”

“Wah, mbak juga kurang tau dek, kaya’nya sih seperti Mio or Nouvo, dipasarin di Thailand sepertinya…  coba ntar mbak cari sama om Goggle deh.”

“Iya deh, cariin ya mbak.”

Maka saya mulai searching di om Goggle, dan… inilah sekilas tentang Yamaha Fino yang diambil dari berbagai sumber.

Yamaha Fino dilaunching di Bangkok Sabtu, 17 September lalu. Tepatnya tiga hari menjelang kudeta tak berdarah oleh militer Thailand terhadap pemerintahan perdana menteri Thaksin Sinawatra. Pas dengan momen sejarah, Thai Yamaha Motor yang menyatakan diri sebagai Automatic Leader alias pemimpin skubek otomatis.

Desain Fino menganut konsep retro style yang sebelumnya tidak pernah ada di Thailand dan pasar Asia lain. Meski model ini tidak dianggap ideal untuk Yamaha, tapi punya konsep sama dengan Eropa dan Jepang. Desain Fino mirip Vino yang populer di Jepang sejak 2001 lalu.

Fino punya slogan The Art of Automatic yang bisa dibilang lebih dari sekadar kendaraan biasa. Fino punya nilai seni, trendy, fashionable dan masuk dalam gaya hidup.

Secara struktur, basis Fino diambil dari Yamaha Mio. Hanya bentuk luar yang beda. Lebih atraktif dengan setang dan cover bodi model lama. Bisa dilihat juga pada desain luar-dalam spidometer. Tombol sakelar, handel rem dan spion diberi sentuhan silver cool. Macthing dengan lampu depan oval yang juga silver.

Pokoknya serba oval. Sayap atau tebeng konsep desain oval. Nuansa oval juga bisa dilihat dari desain bodi samping serta depan-belakang. Bahkan sampai detail sein, lampu belakang dan panel semua berbentuk oval.

Fitur baru yang diadopsi Fino adalah menggunakan kunci model Super Key Shutter. Seperti yang sudah diterapkan sebelumnya pada skubek Honda dan Suzuki di Thailand. Sistem ini tidak 100 persen menjamin antimaling. Fitur lain yang dimiliki yaitu ruang bagasi besar meski termasuk skubek mungil. Volume bagasi dikalim bisa angkut 3,8 liter.

Yamaha Fino Bangkok Thailand
Peluncuran Menjelang Kudeta
MESIN DARI MIO
Mesin Fino diambil dari Mio. Satu silinder SOHC pendingin udara KLIK - Detaildengan kapasitas bersih 113,7 cc. Transmisi tetap CVT V-Belt. Kelebihannya mudah dimodifikasi sesuai kemauan pengguna skubek Thailand. Suara CVT tidak berisik dibanding skubek kompetitor lain. Yamaha juga mendesain knalpot bersuara lembut. Kalau dikendarai, Fino paling adem atau paling sunyi.Lebih menarik lagi, karburator menggunakan Keihin NCV24. Konsumsi bensin lebih irit 10% dibanding Mio. Juga pengapian model baru disesuikan dengan bensin lokal. Yamaha mengklaim Fino lebih ramah lingkungan. Tidak berisik dan rendah emisi.
DUA PILIHAN KELAS
Fino dijual dalam dua kelas. Fino Retro Pop dengan tiga pilihan warna. Yaitu pink, biru langit dan putih. Tipe kedua Fino Retro Premium. Ada empat pilihan warna two-tone, yaitu merah-hitam, biru-hitam, cream-puith dan hitam-puith. Rentang harga sekitar US$ 1.100-1250. Atau sekitar Rp 10-11,5 juta.
SPESIFIKASI TEKNIK
Mesin 4-tak SOHC pendingin udara
Kapasitas 113,7 cc
Diameter x stroke 50 x 57,9 mm
Rasio kompresi 8,8 : 1
Starter Electric dan kick starter
Kapasitas oli 900 cc
Panjang x lebar x tinggi 1.830 x 705 x 1.050 mm
Wheel Base 1.240 mm
Ground clearance 125 mm
Tinggi jok 745 mm
Caster/trail 26,50/100 mm
Kapasitas tangki 4,1 liter lebih besar dari Mio
Rangka Steel underbone
Ban depan 70/90-14
Ban belakang 80/90-14
Berat 91/95 kg

http://www.motorplus-online.com/articles.asp?id=9096

Duh, jadi berkhayal, seandainya Nouvo saya bisa berubah seperti ini… *halah, ganti aja si Nouvo dengan Mio…susyah2 amat ya, trus di modif deh, hari gene… apa coba yang ga bisa???* 😀

Baca juga yang ini :
Honda Scoopy

%d blogger menyukai ini: