Arsip

Posts Tagged ‘CurHat’

:(

Februari 9, 2010 Tinggalkan komentar

Sedih…

Sepertinya semua yang dilakukan tidak ada artinya.

Kategori:Baca Aja, CurHat Tag:,

Want You To Know (The freelance hellraiser)

Desember 31, 2009 1 komentar

I want you to know you make me happy
I want you to know you make me sad
I want you to know you make me happy
You were the best thing that i ever had…

Kategori:CurHat, Songs Tag:,

Kemana dia pergi?

Desember 29, 2009 1 komentar

Kemana dia pergi?

Mengapa tak dapat kurasakan hangatnya?

Mengapa tak dapat kurasakan dinginnya?

tawa…..tangis…..bahagia…..duka…

berusaha untuk mencarinya, tapi dia tak kunjung datang

mencoba untuk melupakannya, sampai tidak bisa diraih lagi

tapi aku ingin seperti kalian

yang bisa bersama dia

merasakan segala perasaan

ekspresi dan emosi terpendam ataupun diungkapkan

dia tidak bisa hadir, bukan karena ku menolaknya

bukan karena ku membencinya

dia tak bisa hadir, bukan karena ku menerimanya

bukan karena ku mencintainya

Ijinkan aku memiliki dia lagi

agar dapat kubingkai dalam hati

larangan, 01.26, 301209

Kategori:Baca Aja, CurHat, Poems Tag:,

Tak tentu arah

September 9, 2009 Tinggalkan komentar

Terasa seperti deburan ombak yang berkali-kali mencoba meraih pantai tetapi selalu terhempas

Berjalan dikegelapan malam tanpa arah tujuan mencari secercah cahaya yang tak kunjung dapat

Tertawa diantara gelak canda teman kerabat tapi hampa tak berwujud

Menanti jawaban yang terombang ambing dan terus menanti walaupun akhirnya meranaconfuse

Menangis tersedu sedan diantara linangan air mata tanpa henti

Mencari kedalam benak yang terdalam diantara pikiran-pikiran yang mengganggu

Bermimpi indah ditemani malaikat dan kupu-kupu tanpa ingin terbangun lagi

Kategori:CurHat, Poems Tag:,

Semangat dari sekeliling kita

Juli 6, 2009 1 komentar

Disaat saya berada dalam perasaan terpuruk dan sedih, ternyata saya disadarkan oleh keadaan disekeliling.

Setiap saya berangkat kerja, saya baru memperhatikan, ada seorang bapak tua yang setiap pagi selalu mendorong sepedanya dengan 2 keranjang dikanan kirinya. Isi keranjang tersebut pisang, nangka, dan pepaya. Jika musim rambutan, saya melihat ada rambutan di keranjangnya.
Si bapak berjalan mendorong sepeda tersebut dengan sekuat tenaga, tapi pancaran mukanya menyiratkan ketabahan luar biasa. Terkadang sepedanya membuat macet keadaan sekitar, karena para pengendara mobil musti agak kekanan, untuk melewati bapak tersebut.
Saya jadi mempunyai kepuaasan tersendiri dengan melihat bapak tua itu. Di usianya yang sudah tidak muda lagi, tetap bersemangat mencari uang, walaupun beban berat yang sudah jelas2 terlihat dari caranya yang tidak mengendarai tapi mendorong sepedanya.
**sayang saya belum sempat memfotonya**

Ada lagi.. seorang ibu tua yang berjualan kue keliling di komplek rumah saya. Dengan perlahan mendorong alat yang berisi kotak2 kuenya. Biasanya orang2 memanggil si “Mbah”. Rambutnya sudah memutih dengan perawakan kecil. Copy of DSC00996Dia biasa menjajakan kuenya di pagi hari. Dia tidak membikin kue2 tsb, tapi dia ambil dari orang lain, @ Rp 500, kemudian dia jual seharga Rp 600. Bayangkan, dia hanya mengambil untung Rp 100!!! Kalau jualannya 50 buah kue, dia baru dapat untung Rp 5.000 saja!!
Tapi si Mbah tetap ceria dan bahagia. Semangat dan senyum terpancar di wajahnya. Dia tinggal sendirian dirumah kontrakan. Suaminya sudah lama meninggal. Si Mbah hanya mempunyai 1 orang anak laki2 yang sudah berkeluarga. Berulang kali si anak mengajak ibu ini untuk tinggal bersamanya, tapi si ibu selalu menolak, dengan alasan tidak mau merepoti si anak.

Ya Allah… saya jadi malu dengan diri saya sendiri. Betapa yang saya hadapi tidak ada apa-apanya dibandingkan mereka, tapi mereka tetap bersemangat menjalani hidup.
Terima kasih Tuhan…

Kategori:CurHat, Renungan Tag:,

Short story with a beautiful message

Here is a short story with a beautiful message…

Little girl and her father were crossing a bridge.
The father was kind of scared so he asked his little daughter,

“Sweetheart, please hold my hand so that you don’t fall into the river.”
The little girl said, “No, Dad. You hold my hand.”
“What’s the difference?” Asked the puzzled father.
“There’s a big difference,” replied the little girl.

“If I hold your hand and something happens to me,
chances are that I may let your hand go.

But if you hold my hand, I know for sure that no matter what happens,
you will never let my hand go.”
friendship

In any relationship, the essence of trust is not in its bind, but in its bond.

So hold the hand of the person who loves you rather than expecting them to hold yours…
This message is too short……but carries a lot of Feelings.

Gondongan / Mumps / Parotitis

Juni 5, 2009 1 komentar

Udah lama mo nulis ini, baru kesampean nih :p

Satu bulan lalu, tepatnya hari minggu, 3 Mei 2009 saya terkena penyakit Gondongan, atau istilah kerennya Mumps / Parotitis. gondonganJiah…udah gede gini masih kena Gondongan??? Begitu ledek teman2 saya. Ga tau nih, saya sendiri juga bingung..kok bisa kena ni penyakit. Kaya’nya gara2 ngetawain neng Selly nih…*kualat* karena dia 2 bulan lalu juga kena ni penyakit…qeqeqeqeqe

Diminggu pagi masih sehat segar bugar (wong malam minggunya masih nonton & kumpul2 ampe pagi sama anak2 BJ), trus minggu siang ke kawinan temen..nah pulang dari kawinan tuh kok rasanya pusing, lemah letih lesu *loh..ini mah gejala kurang darah ya??:p* emang ga enak gitu deh rasanya..kepala berat banget, ampe mata berair panas. Pulang kerumah naek motor pelan2 dan hati2 banget…padahal kondisi jalanan panas nyengat, wah…berantakan deh rasanya!DSC00415

Ampe rumah langsung bobo’an.. bangun2 kok tenggorokan sakit..dan ibu saya melihat agak benjol. Yak..itulah..positif deh saya kena Gondongan di minggu malam. Huhuhu… ampe susah tidur… pusing, panas, sakit tenggorokan, mual pula!DSC00416
Hari senin ke dokter, eh malah diketawain sama dokternya. Cuma dikasih 3 jenis obat : antibiotik, penurun panas sama ..apalagi ya gw lupa, wejangannya cuma jangan kena angin, kalo bisa dikamar/rumah aja, takutnya nular.

Saya baru tahu kalau Gondongan ini karena virus, jadi bukan karena bakteri. Dan pengobatannya ternyata dari tubuh kita sendiri, jadi seberapa besar daya tahan tubuh kita, maka itu akan berangsur-angsur hilang dengan sendirinya. Jadi penggunaan obat anti biotik dan obat penurun panas itu bukan mematikan virusnya, tapi untuk menghentikan gejala demam, ga enak badan, dan efek2 yang ditimbulkannya.
Baca selanjutnya…

%d blogger menyukai ini: